Diary Hari Ke-1 : Kuliah Umum Kepala Badan Litbang SDM Kemenkominfo RI

DR. Ir. BASUKI YUSUF ISKANDAR, MA, nama beliau. Beliau adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang kemarin menyampaikan kuliah umum pada saat pembukaan pelatihan TIK untuk ASN ini.

Sepanjang penyimakan saya terhadap apa yang beliau sampaikan, ada 3 hal besar yang dapat saya ringkas. Pertama adalah PROYEKSI ARAH TRANSFORMASI BIROKRASI yang telah disusun oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatus Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Transformasi yang dimaksudkan adalah adanya perubahan budaya birokrasi yang pada tahun 2013 adalah RULED BASED, yang mana artinya proses birokrasi itu berjalan menurut aturan-aturan atauy berdasarkan kaidah yang telah disusun. Kemudian pada 2018 arahnya akan lebih kepada VISION AND PERFORMANCE, harus mampu melihat kedepan dan menyesuaikan dengan kondisi terkini yang ada. Dan pada akhirnya pada 2025 birokrasi itu haruslah menjadi DYNAMIC, sebuah transformasi yang cukup radikal bahwa proses birokrasi itu mestilah secara cepat dan tepat mendahului proses perubahan yang terjadi dimasyarakat sebelum terjadinya kondisi yang tidak baik.

Seperti apa sih sebenarnya hal ini kalau dilihat dari kacamata saat ini? tentu yang paling gres misalnya contoh beliau adalah kasusTaksi dan Ojek Online. Kehadiran mereka yang sudah cukup lama lebih ari 5-6 tahun yang lalu ternyata belum direspon dengan baik oleh Pemerintah sebagai pembuat regulasi. Dalam kondisi terkini, kemenhub dan Pemda / Gubernur harus sesegeranya membuat aturan atau payung hukum mengenai keberadaan Layanan Transportasi Online ini, setelah diaman-mana terjadi pergolakan, demo bahkan tindakan anarkis dari pengemudi moda transportasi non online. Hal ini adalah bukti bahwa proses birokrasi kita berjalan dengan lambat, non responsive atas perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi dewasa ini. Semestinya dalam kondisi DYNAMIC yang diharapkan, pemerintah cepat bergerak begitu layanan ojek online ini hadir, membuat aturan atau regulasi yang saling melindungi serta mengayomi antara yang online dan offline, win-win solutions, sehingga tidak sampai terjadi tindakan-tindakan anarkis, penyerangan dan pengrusakan seperti saat ini.

Hal kedua yang saya anggap penting lainnya adalah TRANSFORMASI SISTEM KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN ASN, sebagaimana yang kita tahu bahwa pemerintah baru-baru tadi telah mengeluarkan PP 11 tahun 2017 dimana didalamnya telah cukup banyak perubahan-perubahan terhadap kebijakan dan manajemen ASN. Apa hal yang perlu kita petik dari trasformasi ini? menurut Menpan RB, Transformasi ini berjalan dari yang pada 2013 kebawah masih Closed Carier System, akan bergerak menuju Open Carier System pada 2018, dan akhirnya akan menjadi Open System pada 2025. Apa artinya ini? artinya sistem penjenjangan karir dalam pemerintahan tidak lagi akan cuma diisi oleh PNS, tetapi pada saatnya nanti akan memungkinkan orang-orang profesional bukan PNS akan mengisi jabatan-jabatan pimpinan. Toh seperti sekarang pun ada jabatan Direktur Jenderal atau Direktur pada Kementerian/Lembaga Negara yang tidak diisi oleh PNS.

Apakah hal ini artinya akan mematikan atau menyempitkan karir PNS? kalau melihat dari kacamata negatif hal ini tidaklah salah. Namun yang diinginkan oleh Pemerintah adalah, setiap ASN semestinya berlomba-lomba meningkatkan kemampuan dan kompetensinya agar mampu bersaing. Apabila ASN nya mampu dan kompeten, tentulah jabatan-jabatan pimpinan tersebut tidak perlu diisi lagi oleh orang-orang non ASN, begitu kalau kita melihat dari kacamata baiknya.

Hal kedua tadi berkaitan erat dengan hal ketiga yang akan saya ceritakan ini. Hal ketiga yang saya perhatikan adalah tentang TRANSFORMASI PENDEKATAN KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN ASN. Jika pada 2013 dan sebelumnya kita berkutat pada yang namanya Administrasi Kepegawaian, pada 2018 ini semestinya sudah berubah menjadi MANAJEMEN SDM, itulah mengapa BKD yang dulu dikenal dengan Badan kepegawaian daerah, oleh Kemendagri sudah diminta untuk berubah menjadi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Ternyata perubahan nama itu bukanlah sekedar berganti nama, melainkan juga ada semangat perubahan yang ingin dicapai. Nah pada akhirnya pada 2025 mendatang, manajemen SDM ini akan semakin spesifik menjadi Pengembangan Potensi (Human Capital) ASN. Maka dari itu, beberapa tahun terakhir BKN juga sering mengadakan Tallen Pool JPT, karena memang hal ini adalah salah satu cara untuk menggali dan mengetahui potensi yang ada pada diri seorang JPT. Nantinya, setiap ASN juga semestinya memiliki kompetensi yang spesifik dan terus berkembang demi kemajuan suatu organisasi atau instansinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.