Berkampanye di Media Sosial (1)

Setelah menikmati hiruk pikuk masa kampanye pilkada Barito Kuala 2017 medio November 2016 sampai dengan Februari 20117 ini, tentu banyak hal yang bisa kita ambil, baik sisi positifnya maupun sisi negatif yang patut untuk di hindari. Melalui perenungan yang cukup panjang, akhirnya saya beranikan diri menyimpulkan secara sederhana bagaimana berkampanye, dalam hal ini adalah untuk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati, yang efektif dan effisien sehingga hasl suara yang kita dapatkan cukup signifikan dibandingkan dengan tanpa media sosial.Kampanye yang biasanya digunakan oleh pasangan calon biasanya adalah kampanye dialogis ke komunitas-komunitas tertentu atau ke sebuah desa, lalu ada kampanye akbar dengan mengumpulkan ribuan masa, dan juga kampanye lewat media sosial seperti yang dewasa ini kita lihat. Untuk kabupaten Barito Kuala sendiri, sebenarnya berkampanye di media sosial belumlah terlalu besar pengaruhnya karena penggunaan internet dan media sosial masih terbatas pada daerah-daerah tercover signal telekomunikasi, sementara masih banyak wilayah pedalaman yang mempergunakan handphone nya cuma untuk telepon dan sms saja.
Namun, ada beberapa hal yang patut untuk diperhitungkan jika bisa menggarap kampanye di media sosial. Pertama adalah adalah pengguna media sosial yang berusia muda alias para pemilih pemula, sehingga jika bisa merebut hati mereka tentu satu segmen pemilih telah dapat direbut. Kedua adalah sebagai backup kampanye dialogis yang tentu memerlukan waktu, biaya dan tenaga yang tidak sedikit apalagi wilayah Barito Kuala yang luas, terpisah-pisah oleh wilayah perairan, dan secara hitung-hitungan amat sangat banyak yang harus di datangi dengan 201 desa/keluarahan di 17 kecamatannya. Memanfaatkan media sosial, maka cukuplah satu dua orang relawan atau tim hore-hore di desa yang bisa menyampaikan berita, info terbaru, termasuk menjawab isu-isu atau serangan dari pihak lain terhadap pasangan calon jagoannya.
Apakah selama ini kampanye tim paslon pilkada batola 2017 di media sosial sudah cukup effektif dan effisien? secara jujur dan terus terang saya bisa jawab BELUM, senadainya ada range nilai 1-10 maka saya kasih 6 pun syukur alhamdulillah wkawkakwkakwaw. Kenapa saya nilai belum effektif dan effisien? karena sistem kampanye nya masih serampangan, tidak terstruktur, masif dan sistematis. Selama yang saya lihat dalam beberapa bulan ini, kampanye di media sosial hanyalah bagian dari “kerelaan” hati dari timses masing-masing, artinya mereka sekedar share status untuk menunjukkan saya dukung si A, pilihlah A, saya senang B maka pilihlah B, saya yakin dengan C maka pilihlah C. Begitu-begitu saja, belum lagi kalau ada serangan wah, masing-masing dengan pikiran dan pengetahuannya menjawab serangan tersebut, Padahal bisa saja serangan tersebut cuma pernyataan jebakan, yang cuma menguras esmosi belaka tanpa ada hasil dan manfaat yang bisa mendukung perolehan suara paslon jagoannya, bahkan saking saktinya lagi ada perang antar akun-akun astral alias akun tidak jelas, dan ini juga ramai di komentari oleh timses masing-masing calon, Masya Allah.
Lalu bagaimana sih kampanye di media sosial yang effektif dan effisien itu? menurut saya, ingat ya karena ini blog saya jadi terserah saya wkawkakwa, ini adalah jawaban menurut saya pribadi selaku penikmat medsos selama ini. Ilmu ini disebut ibu kota, kapal induk dan pesawat tempur. Ilmu ini diajarkan oleh mr. Donny BU, sewaktu saya mengikuti training KOICA di BPPTIK Kominfo tahun 2016 silam. Pasangan calon ibarat ibu kota, sesuatu yang harus dijaga dan dibela, sementara sebuah laman website resmi ataupun fanspage  resmi paslon ibarat kapal induk yang tugasnya menyampaikan pesan-pesan alias materi kampanye yang agak panjang lebar kepada khalayak ramai, dan akun-akun medsos, baik FB, Twitter dsb adalah pesawat-pesawat tempur penjelajah yang tugasnya menyampaikan bom-bom pesan kampanye tersebut ke titik-titik terjauh dan terdalam dalam pergaulan dunia maya alias internet.
Bagaimana skenario nya? contoh kasus paslon A memiliki program kesehatan gratis, kemudian ide program ini disampaikan dalam sebuah tulisan yang jelas dan lengkap di sebuah laman website resmi paslon atau di facebook paslon. Sekarang tugas akun-akun medsos timses tinggal membuat sebaris status di medsos masing-masing dengan link ke tulisan panjang tadi, misalnya “Alhamdulilah, paslon A ingin pelayanan kesehatan di kabupaten kita gratis seluruhnya, selengkapnya klik link berikut ini” dari sini nantinya calon-calon pemilih yang tertarik akan membuka link beritanya dan membaca program kesehatan gratis ini secara lengkap dan jelas dan dapat menentukan pilihannya apakah tertarik dengan program ini. Jika para pembaca merasa tertarik dan yakin dengan program paslon A ini maka dengan senang hati mereka akan turut men-share berita tersebut, sehingga sedikit demi sedikit akhirnya program-program paslon A banyak diketahui pemilih, dan jika memang mereka yakin dan tersentuh tentulah pada akhirnya pilihan akan jatuh pada paslon A tersebut.
Apalagi yang bisa dilakukan lewat medsos ini? merebut hati pemilih paslon lain. Caranya? mengambil pemandangan akan sesuatu atau sebuah peristiwa dan dihubungkan dengan program paslon kita. Misalnya paslon B punya program peningkatan infrasturktur jalan dan jembatan. Ambillah sebuah objek foto jalan atau jembatan yang rusak, kemudian berilah ulasan positif atas pemandangan tersebut. Ingat, ulasan positif. Mengapa harus ulasan positif? karena ini kita masing-masing sudah punya pendukung, jadi jangan memancing sesuatu yang membuat dukungan simpatisan calon A dan C makin erat untuk mendukung paslon A atau C nya tersebut, tetapi buatlah agar mereka tersentuh dan merasa tertarik untuk jadi pendukung kita. Bagaimana contoh ungkapan positif itu?

Ilustrasi jalan rusak
Ilustrasi jalan rusak

Jalan dan jembatan adalah salah satu faktor penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya dari segi perekonomian, namun jauh dari itu segi kesehatan dan pendidikan pun memerlukan akses infrasturktur jalan serta jembatan yang memadai. Meskipun pelayanan kesehatan di pusat-pusat kesehatan (Pustu, Polindes, Puskesdes, Puskesmas dan Rumah Sakit) gratis, namun jika akses masyarakat ke tempat-tempat pelayanan kesehatan tersebut terhambat maka masih ada beban yang menghinggapi mereka, yaitu beban biaya dan alat transportasi.
Dari segi pendidikan pun, meski sekolah-sekolah gratis, namun dengan jalan yang rusak maka kasihan para guru yang mengajar disana, belum lagi betapa sulitnya para murid untuk menempuh perjalanan sebelum sampai sekolah maka menyebabkan mereka kelelahan dan sulit menerima pelajaran.
maka dari itu kami selaku pasangan calon bupati dan wakil bupati barito kuala akan konsen dan senantiasa memperjuangkan peningkatan infrastruktur diseluruh wilayah Kabupaten Barito Kuala demi tercapainya pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan memberikan statmen positif seperti itu maka harapan kita, para calon pemilih yang sebelumnya sudah menentukan pilihannya menjadi goyah karena melihat atau membaca pandangan kita tersebut, lalu jatuh hatilah mereka pada kita dan mudah-mudahan pundi-pundi suara kita makin besar.
Selain 2 hal itu apa yang bisa kita manfaatkan dari medsos? Menjawab isu-isu atau serangan lawan dengan elegan. Yang namanya media sosial tentu banyak isu, serangan dan pertanyaan dari masyarakat terhadap paslon. Misalnya calon C diserang tentang isu jalan rusak. Ambil contoh yang paling sering dikeluhkan misalnya jalan negara atau jalan provinsi di kabupaten kita yang rusak lebur akibat truk sawit, apakah cukup dengan menjawab “itu jalan nasional, itu jalan provinsi, bukan jalan kabupaten, bukan urusan kita” jawaban itu sebenarnya tidak salah, karena memang jalan tersebut bukanlah dibawah kewenangan pemerintah kabupaten, namun bagi masyarakat awam tentu tidaklah familiar dengan pembagian urusan dipemerintahan, belum lagi jika jawaban kita itu digoreng oleh calon lawan, maka bisa-bisa makin rusaklah nama baik dan popularitas kita. Maka itu perlu ada strategi cara menjawab dan cara menyampaikan dengan baik, dan jawaban ini mesti di sebarkan oleh akun-akun medsos timses kita sebagai penangkal seranngan dan supaya serangan tersebut menjadi mental kembali. Bagaimana cara menjawab yang elegan, manis dan tidak terkesan lepas tanggung jawab? Berilah alasan, jawaban dan solusi yang realistis yang mudah dicerna masyarakat namun tidak terkesan melawan serangan-serangan yang ada. Misalnya

Ilustrasi jalan rusak“rupanya banyak jalan negara dan jalan provinsi di daerah kita yang rusak akibat lalu lintas truk sawit selama ini, mungkin hal ini kurang diperhatikan sebelumnya karena fokus pada peningkatan infrasturktur yang termasuk dalam kewenangan pemda, utamanya jalan kabupaten dan jalan lingkungan. Mudah-mudahan jika kami terpilih nanti, hal ini dapat kami perhatikan dengan baik, sesegeranya akan kami laporkan dan diskusikan dengan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pihak yang berwenang dalam hal ini. Kita akan cari solusi sesuai dengan peraturan yang ada, apabila memang truk perkebunan atau tambang diberi dispensasi melewati jalan tersebut, maka akan kita perketat aturan mengenai besaran beban yang boleh lewat dan tata cara pengangukutan yang baik sehingga tidak mengganggu masyarakat sekitar dan pengguna jalan lainnya. Selain itu kami akan meminta ketegasan pemerintah pusat dan provinsi jika memang diizinkan lewat maka jalan jalan yang rusak tersebut harus segera diperbaiki, dan kelas jalannya harus ditingkatkan, baik mutu maupun lebarnya,  sehinggga mampu menahan beban angkutan yang lewat, supaya tidak cepat rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat lagi. Inilah komitmen kami sebagai calon bupati dan wakil bupati barito kuala, dan mohon doa serta dukungannya sehingga kami bisa mewujudkan harapan bapak ibu sekalian jalan-jalan kita bagus semuanya kembali”

Dengan memberikan jawaban sekaligus statmen seperti itu, maka masyarakat pembaca yang sebelumnya kontra dan terpengaruh dengan serangan lawan akan berbalik kembali mendukung kita, dan akhirnya dukungan suara terhadap pasangan calon kita akan terpelihara, meningkat dan terus bertambah yang pada muaranya akan menjadikan kita sebagai Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Barito Kuala ini.
Demikianlah sekedar catatan ringan dalam rangka minggu tenang pilkada batola 2017 ini, mungkin tips n trik ini akan lebih berguna dan bermanfaat 4-5 tahun mendatang, ketika dimasa kampanye pilkada selanjutnya, juga mungkin catatan ini berguna bagi kawan-kawan saya yang berminat untuk mencoba peruntungan maju sebagai balonbup/wabup di manapun berada, atau ada yang tertarik mengajak saya gkagkagkakgkagkag.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *