57 Tahun Petak Danum itah, Lebo Ije Jela, Kabupaten Barito Kuala (1)

Hari ini, selasa 10 Januari 2017, masyarakat dan pemerintah Kabupaten Barito Kuala baru saja usai melaksanakan acara puncak peringatan Hari Jadi ke 57 Tahun Kabupaten ini. Acara ini sebenarnya sempat bikin kutup-kutupan hati para panitia akibat hujan yang mengguyur Kota Marabahan sebelum acara dimulai, al hasil settingan yang sudah fix pada sore sehari sebelumnya harus di rombak dan di setting ulang pada pagi hari nya. Namun disini syukur alhamdulillah berkat kerja sigap tanggap dan penuh tanggung jawab masing-masing petugas membuat acara dapat dilaksanakan dengan lancar hingga usai sekitar tengah hari tadi.
Ada beberapa hal yang menarik bagi saya dalam kegiatan Hari Jadi ini, khususnya tahun 2017 ini. Ini adalah acara hari jadi terakhir untuk pasangan Bupati H. Hasanuddin Murad dan Wakil Bupati H. Ma’mun Kaderi, terkhusus pada Bapak Bupati Barito Kuala yang telah 2 priode menjadi pemimpin di lebo Ije Jela ini. 10 Tahun bagi beliau tentu ada perubahan ke arah yang lebih baik bagi kabupaten barito Kuala, setidak-tidaknya ada 3 hal yang dapat saya nikmati dalam perjalanan 10 tahun Bapak Bupati H. Hasanuddin Murad, SH memimpin Kabupaten Barito Kuala.
Pertama tentu adalah dari sisi infrastruktur, jalan dan jembatan. Kalau dibanding jaman saya masih sekolah tentu sudah jauh lebih baik, khususnya dari Marabahan sampai Handil bakti. Memang rasanya jalan dan jembatan itu sudah naik jadi jalan provinsi atau jalan negara (lupa pastinya), yang jelas sudah bukan jalan kabupaten lagi. Keuntungannya apa? ya tentu jalan dan jembatan ini jadi tanggung jawab provinsi dan/atau negara, jadi APBD Kabupaten Barito Kuala yang tidak seberapa ini bisa untuk dimaksimalkan kepada urusan lainnya. Namun kekurangannya tentu kita tidak bisa mengatur jalan ini angkutan yang seberat apa yang boleh lewat atau tidak boleh lewat karena bukan kewenangan Kabupaten lagi. Menang penilaian sukses tidaknya sisi infrasturktur ini tidaklah adil kalau anda cuma meyakini kata-kata saya semata, karena sesungguhnya jalan-jalan yang saya lewati cuma dari handil bakti ke marabahan, paling jauh kadang-kadang ke Barambai muara. Namun dari jalan yang saya lewati itu alhamdulillah lebih baik dan lebih lebarlah dibanding jaman saya sekolah, juga keadaan jembatannya yang sudah pakai betonan semua tidak seperti jaman saya kuliah yang melewati batang kelapa karena jembatannya sudah pada mau runtuh hahahaha. Kalaupun sisi-sisi lain misalnya arah ke Kuripan atau tamban sampai Tabunganen belumlah sebaik itu, mari sama-sama kita doakan mudah-mudahan siapapun Bupati selanjutnya mampu dan mau memperbaiki hal-hal yang belum sempat beliau kerjakan ini.
Kedua adalah dari sisi dunia pertanian. Terus terang saya sempat agak bingung kalau melihat kondisi petani di Batola. Sejak dulu memang Batola adalah sentranya pertanian khususnya petani padi. Sejak saya sekolah dulu, anak-anak petani itu sebagian besar lebih kaya daripada anak pegawai. Dulu saya masih pakai sepeda, mereka sudah pada pakai Yamaha F1ZR keluaran terbaru, dan jangan bayangkan itu di Marabahan, di barambai coy, di desa-desa Barambai itu F1ZR luar biasa seliweran, selain buat anaknya sekolah, juga dipakai orang tuanya mengangkut padi dari sawah ke rumah atau ke pabrik penggilingan. Nah, setelah sekian lama saya bekerja sebagai abdi negara di Kab. Barito Kuala ada pikiran yang mengusik saya yaitu siapa petani selanjutnya? soalnya teman-teman saya yang dulu orang tuanya petani sudah tidak lagi bisa bertani, ada yang bekerja di pemerintahan, ada yang jadi pengusaha alias kontraktor dan lain-lain yang tidak ada hubungannya dengan dunia sawah menyawah. Namun rupanya hal ini sudah sampai di alam pikiran bapak Bupati, jadi akhirnya di Batola dibelikanlah traktor, dari yang hand traktor sampai traktor besar, alat menanam padinya juga ada, mungkin juga sudah ada alat memanen padinya. Saya kira langkah-langkah ini cukup pas dalam menghadapi tantangan berkurangnya petani di Batola sementara kita tetap membutuhkan beras untuk makan. Perubahan pertanian dari manual kepada semi mekanis seperti ini tentu jadi solusi untuk tetap menjadikan Kabupaten Barito Kuala berdiri tegak sebagai daerah penyangga pangan, Kabupaten yang tetap setia sebagai fitrahnya sebagai daerah pertanian. Maka dari itu izinkan saya memberi nilai 10 untuk solusi beliau ini. (jangan diprotes, suka-suka saya dong ini blog, blog saya juga).
Yang ketiga dan terakhir adalah bidang pemerintahan, khususnya pengelolaan keuangan. Sejak saya jadi PNS di batola, mulai 2010, nilai atau opini yang diberikan oleh BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah Kab. barito Kuala hanya WDP, WDP dan WDP, kalau tidak salah sebelum-sebelumnya lagi pernah Disclaimer alias tidak dapat memberikan pendapat. Beberapa tahun terakhir khususnya sejak saya dipercaya jadi bendahara pengeluaran kantor saya pada 2014, mulailah saya bergaul dengan dunia keuangan daerah. Dari pergaulan itu saya baru faham kalau opini WDP-WDP itu akibat banyaknya “PR” alias rekomendasi yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Daerah sejak dapat opini disclaimer. Hutang-hutang rekomendasi inilah yang sedikit demi sedikit harus diselesaikan pemda, dan pada puncaknya dalam pemeriksaan laporan keuangan 2015 kemarin alhamdulillah status yang diimpi-impikan bertahun-tahun itu datang juga, WTP alias Wajar Tanpa Pengecualian jadi opini BPK atas laporan keuangan kita. Nah, untuk usaha luar biasa ini patut kiranya kita berterima kasih pada Bupati yang bisa me-manage aparat pemerintahan mulai dari lavel Kepala SKPD sampai lavel para pelaksana untuk bekerja dengan benar dan tertib dalam pengelolaan keuangan daerah hingga WTP dapat diraih kemarin itu.
Ah, 3 hal ini saja kok rasanya panjang sekali, ya sudah lah pokoknya hari ini terkhusus saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada beliau sudah mau bersusah payah memimpin daerah ini, apapun namanya manusia pasti ada kekurangan dan kelebihan, maka dari itu terima kasih atas pembangunan yang sudah bapak berikan selama ini dan segala kekurangannya mudah-mudahan dapat dilengkapi oleh Bupati dan Wakil Bupati Selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *