Selamat Jalan Pak Guru (bahagian kesatu)

Senja 30 desember 2016, telepon bergetar di kamar. Perlahan saya angkat dan terdengar suara bergetar “rin.ikam tahu lah sudah? Pa eko..pa eko meninggal kecelakaan” kata Pak Away diujung sana. Bergetar rasa hati, lemah rasanya kaki ini, antara percaya dan tidak, ternyata hari itu saya sudah tidak bisa lagi berjumpa dengan beliau, guru saya yang lebih dari sekedar guru, mentor, sahabat, penolong saya ah pokoknya banyak jasa beliau yang membuat saya bisa seperti sekarang, pak eko, telah meninggal dunia.

Secara pribadi saya mengenal beliau belumlah lama, sekitar 10 tahun silam saja. Selepas SMA. Ketika saya memperoleh beasiswa unggulan Depdiknas, waktu itu dibawah Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri dalam projek Jardiknas (jejaring pendidikan nasional).  Banyak pengalaman pertama yang saya dapat dari beliau, pengalaman pengalaman serba pertama yang tentu saja jadi kenangan indah yang berkesan sepanjang hayat.

Pertama kali dapat tugas dari kampus sekitar bulan november atau desember 2006, adalah membuat email pribadi, ya terus terang saat itu yang namanya email belumlah sepopuler sekarang, apalagi di kota marabahan yang warnet saja tidak ada wkqkqkak. Saat kami bertanya pada beliau “pak, kami disuruh meolah email, kayapa pak?”. Dengan gampangnya beliau menjawab “eh ya kah, ulah aja sana, pakai ja komputernya, sudah konek ke internet jua komputernya. Wal hasil seharian kami akhirnya berhasil membuat satu akun email yahoo wkakwkakwka.
Selanjutnya petualangan bersama beliau berjalan mengalir sejak itu, selama 2006-2007 saya bersama tim jardiknas kab.batola dibawah bimbingan beliau merasakan berkeliling kecamatan, totalnya ada 14 kecamatan (dari 17 kecamatan yang ada di batola) yang pernah saya injak selama bersama beliau.

Kemudian kami (waktu itu sekitar 10 org) di beri tugas lagi oleh beliau untuk memasang jaringan lokal (LAN) di kantor Dinas Pendidikan. Rasanya sudah tahun 2007, Kepala Dinasnya (alm) Pa Johan dan Kepala TU nya pa Syarkawi Ham (sekarang Pa Syarkawi-nya sudah jadi Kepala Badan DALDUKP3A). Beliau cuma sekali mencontohkan susunan kabel LAN dan cara setting IP secara manual. Sudah…kami di kirim begitu saja ke kantor Dinas Pendidikan. Alhamdulillah berhasil meskipun ada tragedi Habibie yang hampir jatuh dari plafond dan tergantung di ruang Dharma Wanita wkakwwkamwka.

Pengalaman pertama selanjutnya yang saya alami bersama beliau adalah januari 2008, saat ada tugas pelatihan Jardiknas di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai pemegang sertifikat aksesor KKPI maka beliau yang jadi aksesor disana dan saya yang jadi asisten beliau wkakkwwkk. Selama kurang lebih 3 bulan saya bolak balik Marabahan-Kapuas untuk menyelesaikan pelatihan tersebut, bergantian dengan tim Arya-Zubay bersama pak Jaswadi.

Selain pengalaman pertama bepergian ke daerah luar provinsi, pengalaman  kapuas juga luar biasa. Ketika kami diberikan sebuah rumah untuk menginap, waktu itu tidak ada wifinya. Oleh pihak panitia yaitu SMKN 3 Kuala Kapuas kami di beri 3 buah radio wifi, edimax kalau gak salah ingat merknya. Oleh pak Eko 1 dijadikan penerima sinyal dari BTS sekolah tersebut, lalu satu beliau bawa ke kamarnya dan satu diberikan pada saya. Perintahnya pendek saja “mun ikam handak internetan setting sorang, IP radionya xxx.xxx.xxx.xxx” sudah begitu saja, tinggal saya lah melongo mengingat-ingat cara menyetting wifi seperti yang biasanya teman saya arya lakukan, dan alhamdulillah berhasil wkakqkwkka. Itulah pengalaman pertama saya menyetting wifi sendirian.

Selain mengajar para kepala sekolah dalam pelatihan jardiknas di kapuas, beliau juga punya agenda lain yaitu training singkat buat para pegawai KPDE kapuas, cikal bakalnya sebelum lahir kominfo jaman sekarang lah. Harapannya sih mereka mau belajar how to build a wireless network in the kapuas regency. Tapi ya kita pasti faham pelatihan singkat tentu sulit untuk mewujudkan seperti itu, perlu kebijakan dan dukungan pimpinan daerah, SDM yang berkualitas dan dukungan anggaran yang memadai.

Pengalaman penting yang saya dapat saat itu adalah ketika  beliau memerintahkan saya membuat presentasi untuk para pegawai PDE tersebut, “aku kada ingat rin ae meolah slide keamanan jaringan, aku masih haur nah merekap nilai bubuhan kepsek nih, ikam ulah akan lah” kata beliau. Wal hasil saya setengah malam menyusun slidenya dan alhamdulillah selesai juga sesuai harapan beliau wkakqkkqa.

Juga ada pengalaman menarik selama 3 bulan bolak balik kapuas, yaitu kami berdua diundang ke rumah sekda kapuas. Entah siapa waktu itu pokoknya tahun 2008. Kenapa menurut saya pengalaman ini istimewa? Karena sampai detik ini saya belum pernah diundang apalagi menjejakkan kaki di rumah sekda saya sendiri yaitu sekda kab. Barito kuala wkakwkalwkakq. Ceritanya komputer di rumah beliau tiba-tiba tidak konek lagi ke internet, karena itu beliau meminta kami mengecek atau memperbaiki. Saya sih fikirnya langsung saja kemungkinan radio wireless diatas rumah beliau itu kena petir dan harus di turunkan ganti baru. Tapi pak Eko sebagai guru berpengalaman menyuruh saya pelan pelan dulu, hidupkan komputernya cek status koneksinya. Ternyata disudut kanan bawah ada gambarnya LAN pake silang merah. Berarti kan bermasalah kabelnya tidak konek. Begitu kami tarik CPU nya…astagfirullah…rupanya LAN nya kecabut doang wkawkakwkakwkwka. Setelah kami pasang ya sudah konek kembali deh komputernya.

(nanti sambung bahagian kedua-nya)

4 thoughts on “Selamat Jalan Pak Guru (bahagian kesatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *