Menikmati Suasana Banjar Klasik di Warung Sederhana

Bulan desember adalah bulan sibuknya para bendahara, apalagi bendahara daerah. Semakin dekatnya akhir tahun berarti pengeluaran harus dikejar biar anggaran cepat habis, itulah akibat sistem keuangan Indonesia yang namanya “anggaran berbasis kinerja” artinya kalau duitnya gak habis, kamu dianggap tidak bekerja wakwkakwakwka. Oleh karena itu saya sering menyebut keadaan ini dengan “december pressure syndrome” alias sindrom tekanan bulan desember. Selain menekan otak, sindrom ini juga menyebabkan waktu kerja sudah tidak jelas lagi, bukan hanya hari libur yang terkuras untuk bekerja, hari kerja pun bisa sampai malam untuk menyelesaikan pekerjaan. Ya, begitulah adanya yang saya rasakan selama ini.
Untuk itulah perlu adanya komunikasi dan pengertian dari keluarga khususnya dari pasangan, oleh karena itu saya sangat berterima kasih pada istri dan anak saya yang selalu menemani dalam menghadapi DPS ini, alhamdulillah sudah 2 tahun DPS ini dapat dilewati dengan sukses dan doakan saja ini adalah DPS saya yang terakhir wakwkakwkaw.

warung sederhana banjarmasin
warung sederhana banjarmasin

Kemarin untuk menenangkan diri saya memilih untuk santai bersama istri dan anak setelah bertapa di kantor sampai pukul 7 malam. Meskipun awalnya bingung mau kemana, akhirnya istri saya mengajak santai di warung sederhana. Ya, namanya memang “warung sederhana”, dan disini saya dan istri bisa santai menenangkan diri melupakan DPS sembari menikmati yang namanya suasana urang banjar klasik.
Bagaimana sih suasana banjar klasik nya? ya biasa lah, warung sederhana itu letaknya dipinggir sungai, tepatnya dipinggir sungai martapura, tepat diseberang Balai Kota Banjarmasin. Dari warung ini kita bisa menikmati suasana hilir mudik kelotok (alat transportasi sungai bermotor khas kalimantan selatan) dan memandangi siring depan balai kota Banjarmasin. Makanan yang tersedia pun tidak berat-berat amat, seperti nasi bungkus, atau pundut juga ada mie. Jadi sudah lebih dari cukup lah untuk sekedar bersantai menikmati suasananya.
Nah, yang lebih saktinya lagi, disini ada live akustik nya sodara-sodara. Bukan seperti di cafe-cafe sih, tapi benar-benar live akustik, ada penyanyi, ada pemain gitar angin dan cajon-nya. Apa lagu-lagunya lagu ddangdut? rock? lagu barat? lagu masa kini? ah salah semua, wkakwakwka…lagu-nya lagu banjar coy, pada saat saya dan istri baru datang mereka sedang menyanyikan lagu “pangeran suriansyah”. Kami pikir ini hanya lagu intermezo eh ternyata habis itu main lagi lagu banjar “Paris Barantai”.
Alhamdulillah santai sejenak di warung ini benar-benar membuat saya fresh, setidaknya lebih siap untuk melanjutkan pekerjaan dibulan desember ini. Oh iya, buat kawan-kawan dan PPTK di BKD Barito Kuala, tolong bantu saya dengan segera memasukkan tagihan dalam 1-2 hari kedepan, karena saya perlu minimal 105 Juta buat 1 kali proses Ganti Uang ditanggal 09 Desember nanti sebelum GU Nihil pada akhir desember nanti.

inilah video aksi akustiknya, saya rekam diam-diam saja wkawkakwakw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *