Diary ITE-6 : Last Day, E-Gov di Indonesia dan UU ITE

Tidak terasa ini adalah hari terakhir training di BPPTIK Cikarang, materi terakhir yang disampaikan adalah menengani E-Gov di Indonesia oleh bapak bambang Dwi Anggono sebagai Kasubdit ALK Dir E-Government dan mengenai UU ITE yang disampaikan oleh Bapak Antonius Malau dari Ditjen Aplikasi Informatika, keduanya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia,
Dalam paparannya, Bapak Bambang Dwi Anggono banyak menyoroti “kemubaziran” anggaran IT di Pemerintahan. Banyak aplikasi-aplikasi yang berdasarkan peraturan perundang-undangan itu sama proses bisnisnya, malah masing-masing daerah membangun sendiri aplikasinya.
Kementerian Komunikasi & Informatika sendiri sebenarnya mendorong penyeragaman aplikasi yang diwujudkan dalam pengembangan aplikasi-aplikasi generik yang dapat digunakan di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Selain itu dalam 1-2 tahun kedepan, Kominfo akan menyelesaikan Data Center(DC) dan Dissaster Recovery Center (DRC) yang diharapkan dapat dipergunakan oleh seluruh instasi baik pusat maupun daerah untuk bersama-sama memanfaatkan resource tersebut sehingga tidak perlu ada pemborosan lagi di daerah-daerah.
Beliau juga menyoroti mengenai PP Nomor 18 tahun 2016 mengani perubahan Struktur Organisasi Perangkat Daerah. Hal-hal yang bisa jadi bidang di Dinas Kominfo adalah tupoksi yang bukan merupakan tupoksi pemerintah pusat. maka dari itu tugas Dinas Kominfo kedepannya adalah sebagai ICR Ecosystem Service Provider atau penyedia ekosistem dibidang ICT bagi pemerintah daerah, serta sebagai System Integrator bagi beragam produk, aplikasi maupun kepentingan yang ada di setiap Instansi di daerah masing-masing.
Bapak Antonius Malau dalam paparannya banyak menyoroti masalah UU ITE sebagai pedoman bagi seluruh rakyat indonesia dalam mempergunakan media internet/elektornik.
Harapan beliau dengan mengerti dan memahami tujuan serta rambu-rambu dalam UU ITE ini maka para peserta training dapat memperlakukan informasi khususnya di sosial media dengan baik.
Setiap informasi hendaknya disaring, di cek and ricek sebelum dishare/dibagikan, dan sebelum membagikan pun semestinya difikirkan terlebih dahulu apakah informasi ini bermanfat dan berguna bagi orang lain atau justru hanya membuat perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *