Diary ITE-6 : 2nd Day, Kenapa kita harus bersiap untuk beralih ke IP v6?

IP v4 vs IP v6

Ini oleh-oleh pelajaran hasi ke 2. Tentang Internet, IP dan tetek bengek nya. Berita bermula pada medio Februari 2011, IANA (Internet Assigned Number Authority) atau ringkasnya lembaga tukang bagi blok IP di dunia sudah kehabisan stok Blok IP yang bisa di gunakan. Lalau apakah dengan begitu dunia benar-benar kehabisan IP v4? jawabannya bisa YA bisa TIDAK. Namun yang pasti saya tau sekarang lagi meledak pengguna internet dan segala konten didalamnya yang membuat stok IP menipis, termasuk para blogger yang suka beternak blog wkawkakwkawa.
Awal mula kegaduhannya sebenarnya karena aktu itu APNIC, cabangnya IANA yang ngurus ip-ip wilayah Asia Pasifik) minta tambahan 2 blok IP. Sehingga blok IP yang dipunyai oleh IANA tinggal 5. Sesuai dengan peraturan yang sejak dulu ada, apabila tinggal 5 maka sisanya harus dilepas oleh IANA dan dibagikan ke 5 pengurus IP di tiap benua.

ipv4vsipv6
ipv4vsipv6

Ketika IP lahir ditahun 1981, Ip v4 menggunakan 32-but alamat dengan kemungkinan maksimal punya 4,3 milyar kombinasi IP. Dari jumlah itu ada 18 juta alamat untuk private network dan sisanya 270 juta untuk multicast addres sehingga tidak bisa dipakai untuk publik. Sebenarnya lagi, ada beberapa blok yang tidak terpakai namun sudah terlanjur dibagi-bagi dan tidak mungkin ditarik kembali kecuali atas keinginan dari pemiliknya untuk mengembalikan. Beberapa universitas seperti Stanford dan Depham AS secara sukarela telah mengembalika IP yang tidak dipakai, tapi diluar itu masih banyak pihak swasta yang tidak mengembalikan karena menganggap IP v4 itu adalah aset berharga karena sudah terbatas, beberapa malah mejualnya pada pihak lain dengan harga tinggi.

IP v6 adalah solusi

Ip v6 berkapasitas 128 bit dengan kemungkinan maksimal 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat IP. Apakah ada kemungkinan habis? ya ada lah, tapi pastinya ratusan tahun yang akan datang, setidaknya kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan kalau habis lagi seperti saat ini.

Fitur IPv4 IPv6
Jumlah Alamat Menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau diatas 4 Milyar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekedar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan Internet dunia. Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10 38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.

 

Routing Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing . Penyebabnya pemeriksaan header Maximum Transmission Unit (MTU) disetiap router dan hop switch. Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.
Mobilitas Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi mobile mendatang.
Keamanan Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4. IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.
Ukuran Header Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header Options yang dapat bervariasi. Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 sepertiIdentification, Flags, Fragment offset, Header Checksum danPadding telah dimodifikasi.
Header Checksum Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay. Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header , melainkan secaraend-to-end Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai.
Fragmentasi Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router . Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui MTU paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan. Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Disamping itu, terdapat fitur MTU discoveryyang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.
Configuration Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual. Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuahhost terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.
Kualitas layanan Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic classmenentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkatlatency tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *