Diary ITE-6 : 1st Day, Pembukaan

Pembukaan ITE-6 BPPTIK Kominfo

Sungguh amat sangat beruntung sekali bahwa dalam panggilan training kali ini saya bisa bergabung dengan peserta dari Luar Negeri. Pengalaman yang sangat luar biasa ini bisa terjadi karena kegiatan yang semula bertajuk “local Training of TI Capacity Building on Government Official” menjadi ” local Training of TI Capacity Building on Government Official and ICT Capacity Building Program for Officials of Timor Leste Through South-South And Triangular Cooperation”. Disini saya bisa berinteraksi dengan rekan-rekan dari negara lain, yaitu Timor Leste. hahahahhaa. Berita tentang pelatihan ini bisa di akses dalam siaran pers nya BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Sejujurnya, saya paling malas mengikuti yang namanya acara pembukaan karena biasanya sangat membosankan dan seremonial belaka. Namun kali ini saya merasa ada peningkatan karena bisa serius mendengarkan 5 buah sambutan wakwkakwakwa. Sambutan pertama datang dari Kepala BPPTIK Kominfo, Bapak Nusirman yang memberikan laporan tentang pelatihan ini. Bahwa kegiatan ini dimulai dengan MoU antara Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan melalui KOICA atau Korea International Cooperation Agency Pada tahun 2013 silam dan pada Tahun 2016 ini kerjasama ini diperbaharui bersama-sama dengan Kementerian Sekretariat Negara yang membidangi Kerjasama Selatan-Selatan dan Kerjasama pihak ketiga (South-south & Triangular Cooperation) sehingga melahirkan pelatihan TIK bersama-sama dengan Pemerintah Timor Leste, yang diwakili oleh Kementerian pekerjaan Umum, Transportasi dan Komunikasi Timor Leste.

Selanjutnya ada sambutan dari Perwakilan KOICA nya, saya lupa jabatannya apa, namanya kalau gak salah Li Young In (sorry klo salah hahaha). Klo ini jangan ditanya apa isinya, bahasa inggris aksen korea mana saya ngerti wkawkakwkaw.

Selanjutnya yang menarik adalah dari Deputi Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Bapak Tri Widodo w Utomo yang menggarisbawahi bahwa training ini dilaksanakan dengan profesional oleh lembaga yang berkompeten. Dalam paparannya beliau juga membahas tentang tren perubahan yang ada di dunia yaitu :

  1. Perubahan Demografi
  2. Perubahan Kecenderungan Ekonomi
  3. Migrasi besar-besaran
  4. Perubahan iklim dan
  5. Perubahan teknologi informasi

Bagaimana implementasi IT dalam hubungannya dengan administrasi negara? Ya dengan cyber government. Pelayanan publik secara online akan merubah prilaku organisasi yang kaku menjadi virtual sehingga pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat.

Apa implikasi nya bagi pemerintah? Secara umum ada 2 hal yang patut diperhatikan dalam perkembangan it yang semakin cepat ini yaitu

1. Sebagai peluang dalam rangka percepatan proses dan keefektifan pelayanan sehingga pada ujungnya adalah pertumbuhan ekonomi yang signifikan

2. Selain peluang itu tentu ada tantantan yang harus dihadapi sebagai konsekuensinya yaitu perbedaan pengasaan digital  serta isu-isu keamanan cyber security dan cyber crime yang akan jadi hambatan.

Untuk itu perlu adanya peningkatan kapasitas dan sistem serta deregulasi yang berpihak pada pelayanan bukan bersandar semata pada aturan yang memberatkan.

Contoh kasus misalnya di daerah perbatan atau pedalaman. Pusat pelayanan kesehatan dipedalaman biasanya mendapat drop stok obat. Dalam kenyataannya obat yang datang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Pada akhirnya obat-obat yang ada tertumpuk dan dibakar terbuang. Sementara apabila dibutuhkan pun laporannya terlambat sehingga pelayanan tidak optimal. Inilah perlu peran IT yang akan menjembatani proses komunikasi antara pihak yang membutuhkan obat dengan pihak gudang farmasi misalnya agar apa yang dibutuhkan dan yang disediakan dalam rangka singkronisasi yang lebih real time.

Sambutan selanjutnya  dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar menyatakan upaya mewujudkan pemerintahan yang terbuka, tidak hanya membutuhkan perubahan karakter, mentalitas, atau pola pikir di kalangan birokrasi pemerintahan dan badan publik, tapi juga membutuhkan reformasi sistem dan pola kerja. Reformasi birokrasi ini dapat diwujudkan salah satunya dengan menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik atau yang biasa disebut dengan e-Government.

Nah, paparan terakhir yang juga sangat menarik bagi saya adalah dari Bapak Mukhammad Fahrurozi, Head of South South Technical and Triangular Cooperation Ministry of State Secretariat (Kementerian Sekretariat negara Republik Indonesia). Ceritanya adalah, dalam kegiatan ini kita, Indonesia, mengundang sekaligus membantu Timor Leste dalam bidang TIK, yang diwujudkan dalam bentuk pelatihan seperti ini. Lalu pertanyaannya kenapa kita harus membantu? sementara kita juga gak kaya-kaya amat kata beliau. Nah, ini adalah hal yang cukup menarik bagi saya. Kita saja dibantu korea untuk kegiatan ini, kok bisa-bisanya kita membantu Timor Leste, logikanya kan begitu. Itulah tugas dan tanggungjawab yang diemban oleh SSTC (south south & triangular cooperation). Apa yang mendasari kerjasama (baca : membantu negara lain) seperti ini? jawabannya adalah amanat dari PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 yang bunyinya : …dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial… Dari sanalah filosofi untuk membantu negara-negara lain itu harus diwujudkan.

Selain itu hal ini juga sesuai dengan NAWACITA Pemerintahan Presiden Joko Widodo & Yusuf Kala khusunya pada poin  1 dan 6

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

apalagi posisi Indonesia sendiri sudah naik dari negara Miskin ke Negara Berkembang dan Sekarang telah memasuki fase MID INCOME COUNTRY alias negara berpenghasilan menengah. Oleh karena itu wajar dan wajib kiranya kita membantu negara-negara lain yang membutuhkan bantuan.

Apa tujuan dari SSTC ini? Ada 3 hal besar yang ingin dicapai lewat SSTC ini, yaitu :

  1. menunjukkan Kapasitasi kita sebagai sebuah negara dan bangsa Indonesia dimata dunia
  2. Berbagi pengetahuan dan pengalaman
  3. Mendorong dan mengupayakan agar negara-negara lain tersebut sama-sama maju.

Kemana sasaran bantuan dari Repubik Indonesia ini disalurkan atau diwujudkan ? Sesuai urutannya inilah daftar negara-negara tersebut :

  1. Palestina. Palestina adalah negara yang belum merdeka, ini adalah salah satu alasan utama Palestina jadi negara dalam urutan pertama yang dibantu oleh Indonesia. (dulu kan sempat ribut-ribut kita ini bantu dan dukung palestina gak, dan hari ini saya sudah tau jawabnnya. So, saya tidak meragukan lagi komitmen negara kita terhadap palestina.
  2. Negara-Negara Pasifik. Kenapa mereka dibantu? karena mereka harus jadi teman dan mendukung kita, utamanya melihat bahwa di papua masih eksis yang namanya OPM. berteman dengan negara-negara Pasifik maka mereka akan mendukung kita untuk mempertahakan Papua sebagai NKRI.
  3. Nomor 3-nya adalah Timor Leste, mereka adalah saudara kita yang pernah jadi 1 negara, wajar kita bantu. Seperti apa bantuannya? macam-macam, misalnya tenaga ahli konstruksi, jalan dan jembatan. Apa tujuannya? hahahhaaha, begini ceritanya..kita bantu melatih tenaga-tenaga terampil buat mereka, kemudian mereka mengakui keahlian kita, pada akhirnya dengan kondisi SDM yang terbatas disana mereka akan menyerahkan pekerjaan-pekerjaan tersebut kepada perusahaan-perusahaan kita, misalnya seperti Wijaya Karya, ADHI karya, PP, Hutama Karya dsb. Jika mereka sukses dengan pekerjaan di sana, pada akhirnya keuntungan akan masuk ke BUMN kita tersebut, dan dengan itu maka ujung-ujungnya penerimaan APBN kita meningkat. Dengan demikian ada timbal balik yang strategis dan saling menguntungkan dalam pemberian bantuan tersebut.
  4. Selanjutnya posisi 4 ada negara-nera ASEAN sebagai rekan dan tetangga kita
  5. Lalu nomor 5 adalah afganistan, sebagai negara yang berkonfik
  6. Afrika dan Midle East Asia dengan poros ke-arab-arab-an secara khusus
  7. Dan terakhir negara-neraga lain diseputaran ASIA dan AFRIKA.

Darimana dananya untuk membantu negara-negara lain tersebut? Ya bisa full dari Pemerintah Indonesia, ada juga yang bantuan dari Luar Negeri seperti kegiatan local Training of TI Capacity Building on Government Official and ICT Capacity Building Program for Officials of Timor Leste Through South-South And Triangular Cooperation ini, yang mana dananya dari Pemerintah Korea Selatan melalui KOICA serta yang terakhir ada juga bantuan partnership.

Demikian beberapa poin-poin pembahasan dalam sambutan-sambutan yang disampaikan oleh para pejabat dalam rangkaian acara pembukaan local Training of TI Capacity Building on Government Official and ICT Capacity Building Program for Officials of Timor Leste Through South-South And Triangular Cooperation yang diadakan di BPPTIK Kominfo di Cikarang, Jawa Barat 30 Oktober s.d 5 November 2016.

berita terkait bisa diakses di :

website Kementerian Komunikasi dan Informatika

BPPTIK Kominfo

2 thoughts on “Diary ITE-6 : 1st Day, Pembukaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *