Mampukah OS Tizen Samsung saingi Android?

Masih ingat dengan Nokia dengan OS Symbian nya yang merajai dunia sebelum Android dan iOS menenggelamkannya? Ketika Nokia masih jadi raja di hati para pengguna ponsel, Samsung kesulitan untuk bersaing. Model-model featured phone dengan gaya flip / lipat adalah ciri khas samsung saat itu. Kini siapa yang tidak kenal samsung? Nokia tenggelam kedasar lautan dalam, tak mampu bangkit lagi, eh mirip lagu saja jadinya. Kaloborasi Samsung dengan OS Android yang digagas Google terbukti langkah tepat berbading Nokia yang “salah pilih” teman dengan Microsoft.

Dunia teknologi memang bergerak dengan cepat, inovasi-inovasi harus terus menerus secara berlanjut digeber untuk merebut dan mempertahankan selera konsumen. Nokia N Series, Express Musik series hingga kelas communicator benar-benar memanjakan pengguna ponsel dibawah tahun 2007an. Hingga kemudian negara api menyerang.

Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet.Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005.Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008.

Nokia dan Symbian-nya yang mulai terganggu dengan kehadiran Android kemudian berada dipersimpangan jalan. Saat itulah muncul Microsoft yang ingin agar produk-produk windows phone nya tetap “hadir” di dunia. Market share yang mulai tergerus membuat Nokia akhirnya memilih untuk “bersanding” dengan microsoft, sembari mengharap agar para fans-fans mereka tetap setia dan tertarik untuk tetap menggunakan Nokia dengan OS Windows Phone.

Sementara dilain pihak, Samsung yang selama ini tertinggal dari Nokia mencoba peruntungan baru dengan bekerjasama dengan Andorid untuk produk-produknya. Samsung yang dikenal mengadopsi banyak sistem operasi jelas tidak mau ketinggalan memakai Android. Mereka merilis handset Android pertamanya, Galaxy i7500 pada bulan Juni 2009. Handset full layar sentuh AMOLED ini memang tidak begitu sukses. Namun kehadirannya menandai kiprah Samsung di jagat Android hingga menuai keberhasilan besar saat ini.

Setelah itu, selanjutnya Samsung lah yang jadi raja smartphone dengan OS Android, bersama-sama dengan Blackberry dan iPhone melesat meninggalkan Nokia dengan Windows Phone nya. Kerjasama yang luar biasa antara keduanya melambungkan nama Samsung dan OS Andorid hingga sekarang.

OS Tizen, OS-nya samsung dimasa depan

Tizen merupakan sistem operasi bersifat terbuka (open source) yang memakai inti program (kernel) Linux. Bukan hanya untuk ponsel pintar dan tablet saja, Tizen juga dirancang untuk perangkat multimedia dalam kendaraan, televisi dan sebagainya.

Ia menjadi proyek besar organisasi Linux Foundation bersama perusahaan elektronik Samsung dan produsen prosesor Intel.  Pada 30 April 2012, sistem operasi Tizen versi 1.0 meluncur dengan kode nama Larkspur. Kemudian pada 25 September 2012, Tizen versi 2,0 berstatus Alpha dirilis dengan kode nama Magnolia. Tizen 2.0 versi penuh dirilis pada Januari 2013.

Smartphone pertama Tizen yang dibuat oleh Samsung adalah seri Z1 yang dirilis pada Januari 2015 lalu. Penerusnya, Samsung Z2 debut di India pada Agustus 2016. Selain smartphone Samsung Z2, peranti Samsung lain yang telah menggunakan OS Tizen lebih dahulu adalah peranti jam tangan pintar Gear S, gelang pintar Gear Fit, headset Samsung Gear VR, dan lini Smart TVSamsung.

Sistem operasi Tizen dikembangkan Samsung agar perusahaan Korea Selatan itu bisa melepaskan diri dari dominasi dan ketergantungan kepada Google Android. Kepercayaan Samsung pada Tizen karena menilai OS besutan Linux tersebut paling ringan di antara sistem operasi lainnya. Tizen memungkinkan pemakaian memori dan tenaga prosesor yang lebih sedikit.  Selain untuk melepaskan diri dari ketergantungan dari Google, Tizen juga akan dijadikan sebagai pondasi Samsung untuk membangun ekosistem Internet of Things (IoT). Menurut Samsung, Tizen akan memegang peran besar di masa depan untuk mewujudkan IoT.

Samsung bakal lebih agresif menelurkan produk-produk berbasis Tizen pada 2017 mendatang. Inilah yang kini menjadi pekerjaan rumah bagi Samsung. Selain itu, untuk mendukung ekosistem Tizen, Samsung gencar menggandeng developer lokal untuk membuat aplikasi berbasis Tizen.

Salah satunya dengan mengadakan kompetisi Indonesia Next App 3.0 pada Juli lalu. Dalam kompetisi ini, pengembang aplikasi ditantang untuk membuat aplikasi di tiga kategori platform, yakni Tizen Smartphone, Wearable/Gears Apps dan Gear VR Content.

Bisa jadi ke depannya aplikasi Tizen bakal memiliki basis pengguna yang banyak, sehingga menarik pengembang aplikasi untuk bergabung dengannya. So, apakah OS Tizen bakal jadi akhir kejayaan Andorid? layak kita tunggu kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *