Pilkada, antara Pertandingan & Perlombaan

Semasa SD, di SDN Marabahan 1, guru olahraga saya pernah bertanya pada kami “Apa bedanya PERTANDINGAN dengan PERLOMBAAN?”, dan mulailah bisikan-bisikan kebingungan bergema di halaman sekolah untuk menjawab pertanyaan ini. Setelah lama membisu akhirnya Bapak Syamsul memberikan jawabannya. PERTANDINGAN itu kalau saling berhadapan, 2 arah atau lebih untuk jadi pemenang, misalnya Sepakbola, Bola basket, bulutangkis, tenis dll, sedangkan PERLOMBAAN hanya 1 arah tidak berhadapan, misalnya lomba lari, lomba renang dsb. Begitulah penjelasan beliau sekitar 20 tahun silam.

Kini, musim-musim Pilkada, saya suka membandingkan antara Pilkada DKI yang luar biasa ribut-ributnya dengan Pilkada Batola yang sunyi senyap sampai saya kehabisan bahan untuk berita wkawkawkakw. Apa bedanya sih sampai Pilkada 2 daerah ini berbeda jauh ini? Mengesampingkan faktor DKI sebagai ibukota negara dengan Barito Kuala yang hanya sebuah kabupaten, faktor prestise dan tetek bengeknya, perbedaan itu ternyata adalah gaya kompetisi pilkada 2 daerah ini. Kalau di Batola gayanya perlombaan, sepertinya di DKI lebih condong gaya PERTANDINGAN.

Darimana ini bisa terlihat? Ya dari hiruk pikuk berita di media-media yang menghiasi hari-hari kita sekarang ini. Disana segala macam pose dan ucapan bisa jadi bahan serangan antar pendukung dan pasangan calon. Ada yang makan dipinggir jalan dibilang pencitraan, ada yang sholat subuh berjamaah keliling mesjid dibilang pencitraan, ada yang salah ngomong diserang sana sini, ya itulah cerminan suasana PERTANDINGAN di pilkada DKI.

Sementara itu, jauh dipojok negeri ini, sebuah Kabupaten yang bernama Barito Kuala juga tengah bersiap untuk melaksanakan Pilkada serentak dengan DKI, disini paslon dan masing-masing tim suksesnya sibuk untuk menunjukkan keunggulan masing-masing pasangan, hingga tak punya waktu untuk mencari-cari kelemahan paslon lain, atau sekedar ikut berkomentar tentang paslon lain. Adakalanya masing-masing calon bertemu kebetulan di acara kawinan, ya mereka saling bicara santai seperti tidak ada apa-apa dan bukan siapa-siapa. Itulah namanya PERLOMBAAN dalam Pilkada Batola ini.

Semoga penampilan sportif para paslon ini dapat bertahan hingga usai perhelatan pilkada nanti, jangan sampai ada bara-bara atau api dalam sekam yang dapat membakar dan merusak kedamaian di bumi ijejela yang kita cintai ini. Mari, sukseskan Pilada Batola 2017, datanglah ke TPS dan salurkan suara anda untuk menentukan nasib lebo itah 5 tahun yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *