Apa Kabar Yahoo???

Ah, hari ini tiba-tiba kangen dengan Yahoo. Dan hari ini ketika ingin login saya mesti me-reset password nya akibat kelupaan saking lamanya tak dimasuki hahahaha. Yahoo.ya Yahoo…siapa yang tidak kenal dengan yahoo pada zamannya. Sekitar tahun 2000an adalah masa jaya-jayanya Yahoo. Bagi orang-orang yang sudah “onlen” pada jaman itu, tentu email wajibnya adalah xxxx@yahoo.com atau @yahoo.co.id jauh sebelum Gmail datang. Sebagai salah seorang yang sangat menikmati layanan yahoo pada jaman itu, hari ini saya ingin bercerita tentang kisah-kisah yahoo ketika jaya-nya.

Yahoo! pada awalnya hanyalah semacam bookmark (petunjuk halaman buku), ide itu berawal pada bulan April 1994, saat itu dua orang alumni Universitas Stanford mendapat liburan ketika profesor mereka pergi ke luar kota karena cuti besar. Dua mahasiswa teknik tersebut hanya mempunyai sedikit pekerjaan yang harus dilakukan selain menjelajah internet. Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk mengkompilasi sebuah daftar bookmark yang besar, yang dikelompokkan berdasarkan subjek. Kemudian mereka berpikir untuk memasukannya di web, dan mulai bekerja membuat sebuah program database untuk menanganinya sehingga dapat memberikan hasil secara online.

Pada bulan April 1994 tersebut, bookmark yang tadinya diberi nama “Jerry and David’s Guide to World Wide Web” diganti menjadi Yahoo!, yang mana berasal dari kata “Yet Another Hierarchical Officious Oracle”. Filo dan Yang memilih kata tersbeut karena mereka menyukai definisi umum dari kata-kata tersebut, yang mana berasal dari Gulliver’s Travels oleh Jonathan Swift: “rude –kuat-, unsophisticated -sederhana-, dan uncouth –kasar-)

Domain yahoo.com dibuat pada tanggal 18 Januari 1995. Karena Yang dan Filo menyadari potensi besar yang dimiliki oleh website mereka ini, akhirnya pada tanggal 1 Maret 1995, Yahoo diresmikan sebagai badan hukum.

AKUISISI

Pada tanggal 8 Maret 1997, Yahoo mengakuisisi perusahaan komunikasi online Four11. Layanan webmail yang dimiliki oleh Four11, Rocketmail, diubah nama menjadi Yahoo! Mail. Itulah sebabnya email-email yang dibuat di Yahoo bisa menggunakan domain @yahoo.com atau @rocketmail.com. Para remaja jaman 2000an pastinya memiliki akun email yahoo sebagai akun pertama mereka, identitas untuk berselancar di internet. Bahkan homepage browser di warnet-warnet saat itu adalah Yahoo.

Pada tanggal 8 Maret 1998, Yahoo meluncurkan Yahoo Pager, layanan pesan instan yang kemudian berubah nama menjadi Yahoo! Messenger setahun kemudian. Yahoo Messenger adalah salah satu aplikasi pesan instan yang merajai setelah era MiRC. Yahoo messenger memungkinkan antar pengguna saling “add” sehingga daftar pertemanan tetap tersimpan meski kita log-out. Yahoo messenger pula membebaskan penggunanya untuk ngobrol di room-room yang tersedia menurut lokasi geografis, lewat Yahoo messenger pula kita bisa mencari teman di luar daerah bahkan luar negeri.

Pada tanggal 28 Januari 1999, Yahoo mengakuisisi penyedia web hosting GeoCities. Sebelum meledak penyedia blog-blog gratisan macam blogspot, multiply dan WordPress, Yahoo GeoCities adalah tempat para “peramu-peramu” html untuk berkreasi wkawkakwkaw.

Pada bulan Februari 2005, Yahoo mengakuisi Konfabulator dan mengganti namanya menjadi Yahoo! Widgets, sebuah aplikasi desktop. Aplikasi Yahoo Widgets ini salah satu aplikasi favorite para installer windows wkawkakw, seperti di Jahir Komputer (megacom, sekarang) di Marabahan biasanya nih widget pasti nongol, apalagi setelah banyak PC yang menggunakan windows XP dan Vista waktu itu setelah lewat masa windows 95 dan windows 98.

Terakhir yang cukup bikin kaget adalah Koprol, sebuah jejaring sosial asli Indonesia pun tidak luput dari perhatian Yahoo. Pada tanggal 25 Mei 2010, Koprol diakuisisi oleh Yahoo.

Itu adalah masa-masa kejayaan yahoo. Waktu itu email saya memang yahoo, ada beberapa yang lain seperti telkom.net namun tidak rutin digunakan. 2008-2009 masa-masa kuliah dan engineer pihak ke-3 di Kantor Imigrasi  Kelas 1 Banjarmasin Yahoo groups adalah wahana komunikasi wajib yang tidak boleh kelewatan untuk di buka setiap saaat hahahahha.

Yahoo Mail, Yahoo Messenger dan Yahoo Groups adalah alat wajib yang tidak boleh tidak dibuka saat itu, ketinggalan 1 berita atau 1 perintah saja bakalan kiamat pelayanan di Imigrasi saat itu hahhahaha.

YAHOO TERHEMPAS

Harga saham Yahoo mencapai titik puncaknya senilai $118 per lembar pada tahun 2000 setelah ia mulai melantai di bursa saham pada 1998. Waktu itu, Yahoo bisa saja membeli Google, tetapi tak dilakukan. Mereka juga bisa saja membeli Facebook pada 2006, tetapi karena menawar terlalu rendah, Mark Zuckerberg menolak. Saat ini, kejayaan dua platform itu telah melampaui Yahoo.

Microsoft pernah berencana mengakuisisi Yahoo. Akan tetapi, pada 10 Februari 2008, Yahoo secara resmi menolak tawaran akuisisi senilai $40 miliar yang diajukan raksasa software itu. Tawaran itu dianggap terlalu rendah. Para pemegang saham tidak tertarik melepaskan Yahoo sebab menurut mereka nilai perusahaan itu masih lebih tinggi dari yang ditawarkan Microsoft.

Tawaran Microsoft dianggap tak sebanding dengan brand, audience, platform investasi periklanan, dan prospek pertumbuhan ke depan. Nilai itu pun masih dianggap terlalu rendah untuk potensi pendapatan serta arus kas Yahoo.

Padahal, Microsoft telah mengajukan penawaran seharga $31 per saham. Angka itu 63 persen lebih tinggi dari harga saham Yahoo ketika penawaran akuisisi dibuat pada 1 Februari tahun itu.

Penolakan ini terbukti menjadi sebuah langkah yang salah dari Yahoo. Sejak itu, nilai Yahoo terus merosot. Tahun 2011, kapitalisasi pasar Yahoo hanya $22,24 miliar.

Setahun kemudian, Yahoo memecat 2.000 karyawannya. Ini sekitar 14 persen dari total karyawan milik Yahoo. CEO-nya pun diganti. Sejak Juli 2012, Marissa Mayer yang sebelumnya bekerja untuk Google, mulai memimpin Yahoo. Waktu itu, Mayer berjanji akan kembali merevitalisasi bisnis Yahoo.

Empat tahun berjalan, kondisi Yahoo tak membaik. Tahun lalu, Yahoo mencatatkan kerugian $4,4 miliar. Tahun ini, Yahoo diakuisisi Verizon seharga $4,83 miliar. Angka ini memang jauh dari penawaran Microsoft, tetapi yang dibeli Verizon hanyalah bisnis intinya saja.

APA SEBAB NYA?

Bisnis internet dijaman sekarang punya dewa yang namanya “data”. Data adalah duit, itu adalah prinsip yang berlaku dewasa ini. Ketika Yahoo punya banyak pengguna, baik akun email atau pengunjung ke yahoo search nya, itu adalah “modal” bagi yahoo untuk menarik para peng-iklan. Wajar kalau waktu itu pendapatannya besar karena punya basis pengguna yang besar, sehingga para peng-iklan tentu tidak ragu-ragu atau merasa rugi untuk membayar mahal untuk memasang iklan-iklan di Yahoo.

Kini yahoo makin ditinggalkan, bagi kita pribadi mana sih yang masih pakai yahoo search untuk mencari-cari sesuatu? pasti sudah beralih ke Google. Kemudian sekarang masih adakah yang mendaftar yahoo mail? dengan banyaknya ponsel-ponsel android yang jelas memerlukan akun gmail untuk bisa menggunakannya. Hitung saja berapa milyar perangkat android yang tersebar di dunia, segitulah akun gmail nya. Belum lagi para pengguna email yang banyak berpaling dari yahoo ke gmail akibat leletnya yahoo mail dibandingkan gmail. Itulah beberapa hal yang membuat yahoo tak mampu bangkit lagi.

Entahlah, mungkin yahoo perlu menyediakan layanan yang benar-benar baru dan terintegrasi untuk menarik kembali pengguna kembali kepangkuan ibu pertiwi, eh Yahoo maksud saya. Ah, mungkin yahoo hanya akan jadi kenangan indah bagi angkatan 2000an, sebelum jaman Google dan Facebook merajai jagat internet wkawkakwkaw.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *