Tidak Mau didenda PDAM? Jangan Telat Bayar Tagihan

Sebuah SMS masuk di handphone saya pada tanggal 26 September 2016 kemarin, ternyata pengirimnya dari PDAM Batola. Isinya sederhana saja “Yth. Plg PDAM Batola. Terhitung Oktober 2016 masa pembayaran normal diberlakukan Tgl 1 sd 15 setiap bulan. Tgl 16 sd 31 Dikenakan denda 30.000 perbulan. Tks” Dari SMS ini berarti PDAM Barito Kuala ingin memberitahukan pada masyarakat bahwa denda akan naik kalau telat bayar. Dari yang semula 10 ribu menjadi 30 ribu. So…inilah yang jadi perbincangan hangat para pelanggan.

Sudah tepatkah langkah PDAM batola menaikkan biaya denda ini? tepat tidak tepat tentu masing-masing punya argumen sendiri. Namun untuk hal ini saya mengambil langkah netral saja, yaitu kalau tidak mau di denda 30 ribu ya bayarlah tagihan PDAM anda sebelum tanggal 15, selesai urusan.

Sebagian yang protes mengatakan kalau layanan PDAM Batola belumlah beres-beres amat, masa dendanya dinaikkan. Jadi begini, untuk layanan yang kurang memuaskan jelaslah saya akui. Namun menghubungkan denda dengan layanan tidak apple to apple menurut saya. Kalau tarif dasar air PDAM yang naik namun pelayanan tidak naik kan ini yang salah. Sementara denda kan tidak menaikkan tarif dasar, hanya untuk lebih mendisiplikan pelanggan untuk bayar lebih awal. Seperti yang saya katakan tadi kalau tidak mau didenda ya bayarlah tagihan PDAM anda lebih awal sebelum tanggal 15.

Untuk masalah layanan yang belum sempurna ya kita akui itu, bahan baku air yang bersih tentu makin lama makin sulit didapat. Hal ini tentu berkorelasi pula dengan tingkah laku kita yang kurang menjaga kebersihan sungai, disamping pertumbuhan dan perkembangan wilayah pesisir sungai yang entah limbah apa saja yang masuk dan mengalir disana.

Untuk mencari sumber bahan baku air ini saya kira PDAM sudah berusaha keras, seperti untuk wilayah Alalak yang mengisap air dari sungai martapura yang jauh di pedalamannya sana, atau untuk wilayah Marabahan yang nanti sumber airnya dari wilayah tabukan supaya tidak terancam air asin lagi. Hal ini menunjukkan bahwa PDAM tidak berdiam diri.

Kadang teman-teman bicara kok PDAM selalu rugi, ya yang namanya perusahaan apalagi sekelas PDAM di Kabupaten Batola ini, jelaslah masih jauh untuk bicara untung. Wilayah yang luas, biaya pengolahan air baku dan distribusi yang mahal belum seimbang dengan jumlah pelanggannya. Jauh kalau dibandingkan dengan PDAM Bandarmasih di banjarmasin misalnya. Wilayahnya 1 tidak bercerai berai seperti Kabupaten kita, pelanggannya banyak, jadi antara pemasukkan dan pengeluaraan sudah seimbang bahkan untung.

Jadi, sementara ini nikmatilah air PDAM yang ada, yang kadang bersih kadang kotor, kadang deras lebih seringnya macet, disitulah kita akan menghargai betapa berharganya ciptaan tuhan yang namanya AIR. Marilah kita jaga kebersihan lingkungan kita agar air disekitar kita menjadi lebih bersih, sambil terus berdoa, semoga PDAM Barito Kuala main baik pelayanannya.

One thought on “Tidak Mau didenda PDAM? Jangan Telat Bayar Tagihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *