Hasil Tes Kesehatan Paslon Pilkada Batola 2017

rsudulinbjmSeluruh Paslon Pilkada Batola 2017 Sehat Jasmani, Rohani dan Tidak Terindikasi Penyalahgunaan Narkoba. Demikianlah bunyi rekomendasi dari tim pemeriksaan kesehatan bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati Kab. Barito Kuala yang diterima oleh jajaran komisioner KPUD Kab. Barito Kuala baru-baru tadi. Rekomendasi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada Batola 2017.

Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Batola selama 2 hari telah mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh RSUD Ulin Banjarmasin. Pemeriksaan pertama meliputi meliputi pemeriksaan laboratorium oleh dokter spesialis patologi klinik, pemeriksaan urine dan rambut oleh BNN, USG abdomen oleh dokter spesialis radiologi, USG Gynecologi transvaginal dan pap smear (untuk calon wanita) oleh dokter spesialis kandungan, foto thorax, pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata, pemeriksaan THT dan audiometri oleh dokter spesialis THT, treadmill, pengambilan darah, rekam jantung, dan tes MMPI (tes psikologi). Sedangkan pada pemeriksaan kesehatan yang kedua meliputi pemeriksaan fungsi paru, pemeriksaan fisik berupa penyakit dalam, ortopedi, saraf, psikiater (kejiwaan) dan gizi.

Khusus tes MMPI, ada beberapa pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang harus diulang tesnya pada hari ini (kemarin), karena para tim pemeriksa (dokter) tidak bisa menilai hasil jawaban Paslon. MMPI adalah salah satu tes pertama yang mengembangkan skala-skala untuk mendeteksi apakah responden menjawab dengan cara yang akan membuat hasilnya secara keseluruhan tidak valid. Meta analisa terhadap studi-studi tentang skala validitasnya secara umum menunjukkan bahwa mereka mampu mendeteksi kepura-puraan secara efektif.
Selain itu juga dilaksanakan tes psikologi, tes psikologi oleh tim pemeriksan dari RSUD Ulin Banjarmasin ini meliputi pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari dengan jumlah pertanyaan sebanyak 350 soal. Namun kabarnya ada beberapa paslon yang harus mengulang tes ini. Terkait tes psikologi yang diulang, Suci mengatakan, hasil psikologi beberapa Paslon tidak bisa dibaca karena mereka kurang istirahat atau kurang konsentrasi sehingga tidak muncul dilayar hasil atau nilainya. “Ada lima orang Paslon yang disuruh mengulang tes psikologi,” bebernya tanpa mau menyebut siapa saja nama paslon yang mengikuti tes psikologi. Tes kesehatan ini waktunya berbarengan antara kontestan Pilkada Batola 2017 dan Pilkada HSU 2017.

Setelah menerima hasil dan disampaikan ke KPUD, berarti tugas para paslon sudah hampir selesai, kecuali ada beberapa paslon yang berkas pendaftaran administrasinya belum lengkap. Jika berkasnya sudah lengkap dan sempurna maka kemudian akan ditetapkan oleh KPUD sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Barito Kuala, barulah diadakan pengundian nomor urut dalam surat suara. So, kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *