Standar Kompetensi Pemadam Kebakaran

487_alatpemadamkebakaranKetika mendengar semboyan “pantang pulang sebelum padam”, kita pasti akan langsung menghubungkannya pada petugas pemadam kebakaran (DAMKAR). Semboyan yang sudah familiar ini ternyata tidak bergaris lurus dengan ketertarikan masyarakat pada profesi Damkar. Profesi ini memang tidak setenar profesi sebagai polisi ataupun TNI. Tak jarang, kita bahkan mengabaikan sirene mobil Damkar yang sedang bertugas. Di lain sisi, kepemilikan alat pemadam kebakaran di rumah-rumah warga pun belum dipandang sebagai hal yang penting bagi kita.

Beberapa tahun belakangan ini, profesi pemadam kebakaran diangkat dalam sebuah film berseri dan hal tersebut memberikan pengetahuan sekaligus awareness tersendiri bagi masyarakat. Pemerintah bahkan telah memiliki standar kompetensi bagi para petugas pemadam kebakaran yang masuk dalam SKKNI K3. Standar ini diperlukan agar personel fireman memiliki pengetahuan yang baik tentang cara memadamkan api, menggunakan alat pelindung diri, menggunakan alat pemadam kebakaran, hingga pengetahuan sumber kebakaran dan cara penyelamatan korban. SKKNI untuk pemadam kebakaran dimasukkan dalam standar kompetensi K3 Migas karena memiliki standar kompetensi yang sama. Inilah beberapa hal yang dijadikan sebagai dasar penilaian termasuk HAZOP (Hazard Operation), yaitu :

  1. Meningkatkan penerapan K3 di tempat kerja
  • Menerapkan peraturan dan perundangan K3
  • Menerapkan K3 di Tempat Kerja
  1. Meningkatkan koordinasi dan pertolongan pertama pada korban kecelakaan
  • Menerapkan komunikasi di tempat kerja
  • Menerapkan safety permit di tempat kerja
  • Melaksanakan pelaporan dan pecatatan kecelakaan kerja
  • Melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan kerja
  1. Menggunakan peralatan perlindungan diri di tempat kerja
  • Menggunakan alat perlindungan diri
  • Menggunakan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA)
  1. Melakukan pengukuran kondisi lingkungan di tempat kerja
  • Mengoperasikan alat uji gas
  • Mengoperasikan Sound Level Meter
  1. Menerapkan manajemen K3
  • Mengawasi aspek kesehatan lingkungan kerja
  • Menerapkan inspeksi K3
  • Mengawasi pelaksanaan manajemen K3 pada industri migas
  • Menganalisis resiko
  • Melakukan audit K3
  • Menerapkan studi hazop di tempat kerja
  1. Menggunakan alat pemadam kebakaran
  • Mengoperasikan peralatan pemadam kebakaran
  • Melakukan pemadam kebakaran
  1. Melaksanakan penanggulangan keadaan darurat
  • Menerapkan taktik dan strategi pemadaman kebakaran
  • Melakukan kerjasama penanggulangan keadaan darurat
  • Menerapkan kegiatan forcible entry
  1. Merencanakan peralatan pemadam kebakaran
  • Merencanakan sistim deteksi kebakaran
  • Merencanakan sistem penyaluran air pemadam kebakaran
  • Merencanakan sistem pemadam kebakaran tetap
  • Menerapkan Penempatan dan Penyebaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di tempat kerja

Dari poin-poin diatas terlihat adanya nilai kompetensi yang tinggi dalam standar pekerjaan pemadam kebakaran sehingga diharapkan penanganan bencana kebakaran lebih optimal. Semoga ke depan, masyarakat lebih paham mengenai pentingnya pemadam kebakaran dan perlunya memiliki alat pemadam kebakaran. Semoga bermanfaat!

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *