Menanti Penantang Dua Noor

8361413302efa4b31857aa67e10384a8985ee5e0746c7e58651162fea84fc96c033fbc84Sampai hari ini hanya pasangan Dua Noor yang dilihat paling siap sedia untuk bertempur dimedan perang Pilkada Batola 2017 berkat restu Golkar yang punya 13 kursi di DPRD batola. Sementara nama-nama lain masih berseliweran mencari perahu pendukung. Kira-kira siapa yang paling berpeluang untuk menjadi penantang Dua Noor (Hj. Noormiliyani, As – Rahmadian Noor, ST) dalam “pertandingan” mendatang?Pasangan lain yang sudah “hampir” pasti untuk jadi penantang adalah H. Bahrian Noor – Suwandi, S.Pd, MM. H. Bahrian sepertinya memang melenggang dengan tiket Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang punya 4 kursi di DPRD Kab. Barito Kuala. Apalagi Ketua DPW PKB Kalsel, H. Zairullah Azhar juga sudah secara terang-terangan mendukung “orang dalam” PKB ini untuk maju di Batola.

Sementara Suwandi, S.Pd, MM saat ini adalah Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kabupaten Barito Kuala. Pria kelahiran Sleman, 12 April Tahun 1962 ini semestinya pensiun pada tahun 2022 mendatang, namun apabila beliau positif maju dalam Pilkada batola 2017 ini maka pilihan nya adalah mengajukan pensiun dini dengan usia 54 tahun dan masa kerja 32 tahun tentu sudah cukup syaratnya. Kabarnya Suwandi sudah mengantongi restu Partai Gerindra yang punya 4 kursi di DPRD Batola. Gabungan PKB-Gerindra (4+4=8 kursi) sudah pas untuk mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada batola 2017 ini.

Selain dua pasang ini, masih ada nama-nama lain yang bersaing yaitu : Drs. H. Eddy Sukarma-Fahrin Nizar. Pasangan ini sampai saat ini sudah “hampir” mendapatkan dukungan PPP, namun kursi PPP yang hanya ada 1 di DPRD batola membuat mereka harus mencari 6 kursi sisanya. Kabarnya saat ini mereka juga masih bersaing untuk mendapat restu PDIP.

Selain pasangan ini, rupanya masih ada Hasan Ismail yang rupanya juga sama-sama berebut dukungan PDIP. DPW PDIP Kalsel kabarnya telah merekomendasikan nama-nama mereka untuk mengikuti fit and proper test di DPP PDIP.

Masih ada Nama lain yaitu H. Paujan Husaini yang rupanya lebih memilih mencari perahu parpol daripada melalui jalur Independen seperti 4 tahun silam. Namun meski sempat memasang spanduk dengan background logo Banteng Moncong Putih, dukungan secara resmi belum terdengar.

Nama Ahmad Wahyuni alias Wawah yang sempat masuk nominator yang diserahkan DPD Golkar Batola ke DPP Golkar Pusat beberapa waktu lalu memang sepertinya harus melupakan partai beringin ini. Namun usahanya belum menyerah karena spanduk-spanduk sosialisasinya masih terus bermunculan.

Ada satu hal yang menarik dari spanduk-spanduk baru Wawah yang berdampingan dengan spanduk-spanduk Paman Nanang alias Ahmad Subakti. Meski sama-sama harus merelakan dukungan Golkar yang lebih memilih mendukung Dua Noor, sepertinya ada bau-bau kaloborasi keduanya untuk jadi suksesi H. Hasanuddin Murad-Ma’mun kaderi. Beberapa spanduknya yang berdampingan tampak di tulis dengan spidol “DUA AHMAD” yang merujuk pada nama Ahmad Subakti (Paman Nanang) dan Ahmad Wahyuni (Wawah).

Hingga kini, partai-partai yang belum menyatakan dukungan secara terang-terangan adalah :

  • PDIP (4 kursi)
  • HANURA (2 Kursi)
  • PAN (3 kursi)
  • PKS (4 kursi)
  • PPP (1 Kursi)
  • sumber KPUD Batola

Jika dihitung secara matematis, 35 kursi di Batola dikurangi Golkar 13 kursi, PKB 4 kursi dan Gerindra (4) kursi, maka berarti ada 14 sisa kursi yang bisa diisi oleh 2 pasangan calon lagi. So, siapakah yang bisa jadi penantang Dua Noor nantinya?

 

2 thoughts on “Menanti Penantang Dua Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *