Tak Ada Independen, Pilkada Batola 2017 Full Perang Parpol

pilkadabatola2017okSetelah resmi ditutup pada sore kemarin (rabu, 10 Agustus 2016 pukul 16.00 wita) akhirnya Pilkada Batola 2017 menutup pintu untuk Pasangan Calon dari jalur Independen. Tak ada paslon yang mendaftar atau menyerahkan berkas dukungan KTP kepada KPUD Barito Kuala hingga akhir batas waktu. Kini pertempuran hanya akan mempertemukan para pasangan calon yang maju bermodalkan dukungan dari Partai Politik atau Gabungan Parpol. Siapa yang sudah (hampir) pasti dan siapa yang masing “meawang-awang”?

Kejutan pertama adalah dari Partai Golkar yang akhirnya menjatuhkan pilihan pada pasangan Hj. Normiliyani, AS dan Rahmadian Noor, ST. Pilihan yang cukup alot bagi golkar karena harus menunggu hingga 4 kali survey dari lembaga survey tingkat nasional baru dapat meyakinkan pilihan ditengah banyaknya tokoh yang ingin bernaung dibawah pohon beringin ini. Kabar dan kejutan yang cukup tiba-tiba ini sangat spesial karena datang di detik-detik akhir penutupan masa pendaftaran Paslon Independen. Seandainya restu golkar tidak pada Ibu Normiliyani, beliau pastinya akan bergegas mengumpulkan berkas KTP yang sudah lebih dari cukup untuk mencalon sebagai Bupati dalam Pilkada Batola 2017 nanti.

Hari ini kabar terbaru datang dari H. Bahrian Noor, adik dari pengusaha batu bara dan Ketua Partai Nasdem Batola, H. Jahrian. DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi telah merekomendasikan nama H. Bahrian Noor untuk maju sebagai Calon Bupati di Batola. Dengan demikian langkah H. Bahrian untuk dapat restu dari DPP PKB tinggal menunggu waktu.

Untuk calonnya, ternyata muncul nama Suwardi, dari partai Gerindra. Koalisi PKB  bersama Gerindra yang sama-sama memperoleh 4 kursi di DPRD Kab. Barito Kuala tentu sudah cukup untuk mengajukan pasangan H. Bahrian Noor-Suwardi. Langkah yang “cukup ringan” buat keduanya karena kebetulan dapat perahu yang sama-sama lumayan besar hingga mencapai 8 kursi.

Selanjutnya ada nama H, Eddy Sukarma-Fahrin Nizar yang oleh DPW PPP Kalsel akan diikutkan dalam fit and proper tes di DPP PPP Jakarta. Memang sepertinya PPP menjatuhkan pilihan pada pasangan ini. Namun PPP Kab. Barito Kuala hanya punya 1 kursi, sehingga masih kurang 6 kursi lagi untuk dapat melaju di Pilkada.

Sekarang nama-nama kuat yang tersisa ada H. Ahmad Subekti (paman nanang) dan H. Paujan Husaini. Jika ternyata pasangan yang beberapa minggu kemarin begitu kuat terdengar yaitu H. Ahmad Subekti (paman Nanang) dan H. Yuni Abdi Nur Sulaiman (H. Iyun) yang akan diusung Golkar, ternyata gagal. So, dengan memperhitungkan sisa kursi (Golkar 13, PKB 4, Gerindra 4. PPP 1) maka hanya ada sekitar 8 kursi yang akan diperebutkan oleh H. Eddy Sukarma-Fahrin Nizar dengan H. Ahmad Subekti dan juga H, Paujan Husaini. So…kemanakah arah dan langkah PDIP, PKS, dan partai-partai lainnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *