Belajar dari Iberahim

snada-neo-shalawatTiba-tiba tadi malam rindu lagu lagu nasyid, nasyid yang sempat booming saat saya masih sekolah di SMAN 1 Marabahan antara tahun 2003-2006. Lagu-lagu islami yang gampang dinyanyikan meski tanpa alat musik, cukup dengan mulut saja (acapela). Lagu-lagu dengan lirik-lirik penuh nasihat, dan mengingatkan pada keagungan Tuhan, kemuliaan para nabi dan Rasul. Akhirnya saya buka Youtube dan berselancar disana hingga tiba pada salah satu video clip yang lagu-nya amat saya suka pada jaman dahulu kala, SNADA-BELAJAR DARI IBERAHIM.

Belajar dari Ibrahim, Belajar untuk mencintai Allah , Malu pada Bapak para Anbiya, Patuh dan taat pada Allah semata, Tanpa pernah mengumbar kata-kata, Jalankan perintah tiada banyak bicara.

Pertama saya suka dengan iramanya yang easy listening, kemudian saya juga jatuh cinta pada liriknya yang indah, sederhana dan penuh makna. Sungguh sejujurnya saya baru setahun dua tahun ini mengerti arti kata-kata “Belajar dari Iberahim” dalam lagu ini.

Nabi Iberahim, seorang Nabi Utusan Allah SWT yang dalam hidupnya sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran termasuk dalam golongan Ulul Azmi, telah mengalami berbagai ujian yang berat dari Allah SWT semasa hidupnya, namun semuanya telah lulus dilalui oleh Nabi Iberahim dengan baik.

Ujian-ujian yang harus dilalui oleh Nabi Iberahim tentunya amat sangat berat jika diperintahkan kepada saya saat ini. Apakah sanggup menerima perintah Allah SWT untuk memenggal anak yang paling dicintai? Apakah sanggup untuk meninggalkan anak dan Isteri ditengah-tengah gurun pasir yang gersang tiada pohon nan rindang dan tiada air serta makanan?

Pernah saya merenung, membayangkan hal ini terjadi pada saat itu, membayangkan betapa sedih perasaan ketika harus berpisah dan meninggalkan keluarga ditengah-tengah gurun gersang. Tiada tempat perlindungan dan tiada bayangan akan makanan. Namun dari situ kita bisa melihat, betapa besar rasa cinta, rasa hormat seorang nabi Iberahim kepada Allah SWT. Tunduk dan patuh tanpa ada keraguan dihati, bahwa perintah Allah SWT adalah sebuah perintah nyata, yang tak perlu di negosiasikan, yang tak perlu di pikirkan untuk ditawar-tawar, karena perintah adalah perintah.

Tidak perlu ada pikiran akan jadi apa anak dan Istrinya apabila ditinggal disana, mampukah mereka melanjutkan hidup, mampukah mereka berlindung dari badai gurun, mampukah mereka mendapat makan minum dan keselatan disana. Yang ada adalah keyakinan, ya Keyakinan pada Allah SWT. Allah, Allah, Allah. Allah SWT adalah Tuhan yang maha kuasa, sehingga apapun perintahnya tinggal dijalankan, sisanya, Allah SWT yang akan mengaturnya.

Siapa yang menyangka ketika anak Nabi Iberahim (Nabi Ismail kecil) menangis karena kehausan, sementara ASI Ibunya sudah tak ada lagi, maka berlari-lari lah Istri Nabi Iberahim (Siti Hajar) antra bukit safa dan marwah untuk mencari air bagi anaknya sambil berdoa dan memohon kepada Allah SWT, ternyata muncul mata air di dekat Nabi Ismail, dan dari sanalah akhirnya kita menikmata air Zam-zam hingga sekarang.

Ya, apapun bisa terjadi jika Allah SWT sudah memerintahkan, tinggal kita menata hati untuk bisa ikhlas menerima dan melaksanakan perintah Allah SWT, menjalani hari-hari dengan beribadah. Mudah-mudahan Allah SWT meringankan hati dan gerak kita semua untuk beribadah, dan mendapat keselamatan serta kebahagiaan di Akhirat kelak.

lirik lagu SNADA Belajar Dari Iberahim

Sering kita merasa taqwa
Tanpa sadar terjebak rasa
Dengan sengaja mencuri-curi
Diam-diam ingkar hati

Pada Allah mengaku cinta
Walau pada kenyataannya
Pada harta, pada dunia
Tunduk seraya menghamba

Reff:
Belajar dari Ibrahim
Belajar taqwa kepada Allah
2x
Belajar dari Ibrahim
Belajar untuk mencintai Allah

Malu pada Bapak para Anbiya
Patuh dan taat pada Allah semata
Tanpa pernah mengumbar kata-kata
Jalankan perintah tiada banyak bicara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *