Wujudkan Impian #10Tahun lagi dengan Reksa Dana Syariah

logo_pms200Hidup berkeluarga, punya anak dan istri pastinya akan punya rasa tanggung jawab. Ya, seperti saya sekarang yang sudah punya seorang puteri. Hidup tak lagi seperti bujangan, harus ada rencana, harus ada impian, dan harus ada tujuan yang ingin diraih yaitu membahagiakan keluarga, dunia akhirat. Seperti layaknya keluarga kecil, pasti punya impian-impian yang ingin dicapai, paling dekat pastinya ingin punya rumah sendiri. Istana sendiri yang akan dibangun dengan penuh rasa cinta dan kekeluargaan. Lalu bagaimana kami mewujudkannya? Ah, ini lah yang senantiasa jadi impian kami. Membangun istana impian sendiri. Sebuah rumah yang sederhana, namun nyaman ditinggali. Rumah yang penuh cinta, melindungi kami sekeluarga dari panas dan hujan, serta jadi tempat yang nyaman untuk bercengkrama dan beristirahat.
Mengapa sih punya rumah itu jadi impian? Ya wajar-wajar saja namanya punya keluarga. Pastinya ingin hidup mandiri, menata kehidupan bersama-sama. Bukannya kita tidak ingin berbakti pada orang tua dengan tinggal berpisah. Hanya kita tidak ingin merepotkan mereka lebih banyak, setelah mereka membesarkan dan mendidik selama ini. Ya, yang pasti lebih asyik hidup mandiri dengan anak istri dong, bebas mau apa saja, mau makan apa saja, dan mau beres-beres kapan saja, suka-suka kita sekeluarga.
Beberapa manfaat memiliki rumah sendiri bagi keluarga baru adalah :
–    Untuk kehidupan yang lebih tenang dan belar jadi orang tua yang sesungguhnya.
Keluarga yang baru berumah tangga tentu perlu benar-benar tenang menjalani fase baru dalam kehidupannya. Apalagi jika kemudian sudah memiliki anak, maka tentu lebih berasa jadi orang tua yang sesungguhnya jika tinggal tanpa orang tua.
–    Menghidari campur tangan pihak lain atau konflik dengan keluarga lainnya
Antara keluarga kita dengan pihak keluarga lain kadang kala ada perbedaan pandangan dalam memandang suatu masalah, misalnya tentang sekolah anak dan sebagainya. Untuk menghindari konflik akibat campur tangan itulah perlu memiliki rumah sendiri.
–    Belajar mandiri dan Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap keluarga
Kemandirian menjalankan roda rumah tangga tentu penting, selain itu tanggung jawab sebagai kepala keluarga tentu akan dipacu apabila sudah berpisah dari orang tua.

Lalu bagaimana sih mewujudkan impian ini? Banyak sih jalannya, Cuma ya harus sabar. Selama ini biasanya kita Cuma kenal produk bank yaitu tabungan. Seperti kami menabung di Bank Syariah untuk mengumpukan dana nya. Namun yang namanya tabungan tentu berfluktuasi, kadang naik kadang turun, kadang terpakai. Memang seandainya tabungan terpakai untuk hal-hal penting tenru wajar dan tidak mengapa. Namun kadang-kadang sebagai manusia kita tidak sadar apa yang namanya kebutuhan atau Cuma sekedar keinginan. Tabungan bisa turun naik karena kadang-kadang ada uang lebih untuk ditabung, kadang-kadang harus di ambil karena ada kebutuhan atau keperluan mendadak. Ya begitulah namanya tabungan.

Selain tabungan kita juga mengenal yang namanya deposito. Namun untuk ini biasanya untuk menghasilkan “hasil” lebih besar, kita juga harus mendepositokan uang yang besar. Apalagi biasanya deposito yang menghasilkan itu adalah hasil dari “bunga”, sementara keluarga kami sedapat mungkin menghidari yang namanya bunga apalagi riba. Untuk itulah kami mencari-cari informasi lain tentang keuangan syariah selain menabung di bank syariah.

Hingga akhirnya dalam beberapa hari ini saya “tersasar” ke blog-blog dan website tentang keuangan syariah. Alhamdulillah ternyata banyak sekali produk-produk keuangan yang sesuai syariah selain Cuma menabung. Salah satunya yang menarik bagi saya adalah pasar modal syariah.

Apa sih pasar modal syariah itu? Menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM), pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek. Kalau pasar modal syariah apa pengertiannya? tentu saja sama seperti pengertian pasar modal menurut UUPM No 8 Tahun 1995 tadi namun dalam prakteknya bahwa produk dan mekanisme transaksi tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Seperti apa sih bentuknya pasar modal syariah itu? Pasar modal syariah sebagaimana pasar moda konvensional ada yang berbentuk
–    Saham Syariah
–    Obligasi Syariah
–    Reksa Dana Syariah

Nah, ternyata yang cukup menarik hati adalah reksa dana syariah. Reksadana Syariah adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal sebagai pemilik harta (shabib al-mal/rabb al-mal) untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal menurut ketentuan dan prinsip Syariah islam.

Secara sederhana, RDS bisa dikatakan sebuah wadah untuk menampung dana kita sebagai pemodal atau pemilik harta, lalu di investasikan dalam usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Bagi kita-kita yang punya modal kecil, tentu RDS adalah salah satu solusi untuk turut serta dalam kegiatan pasar modal, meskipun dengan penyertaan modal sedikit namun dengan resiko yang sedikit pula.

Berapa sih harga RDS per-unitnya? Menurut situs akucintasyariah.com, harga RDS perunit sangat beragam, mulai dari Rp 100,000,- ,  Rp 250,000,- , Rp 1,000,000,- dan seterusnya.

Dari situlah saya punya pemikiran bahwa pilihan yang pas untuk kita-kita yang ingin terjun dalam dunia pasar modal adalah lewat Reksa Dana Syariah. Selain sesuai untuk kita yang punya modal kecil, resikonya juga kecil, selain itu usaha yang dijalankan adalah usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Dengan demikian artinya keuntungan yang nanti diperolah insya Allah akan memberikan keberkahan.

Mempelajari keuangan syariah sepertinya sangat menarik untuk mencari pengetahuan dan sumber inspirasi untuk meningkatkan keuangan keluarga yang tidak melanggar prinsip-prinsip  syariah. Mudah-mudahan nantinya niat dan rencana ini dapat terwujud dengan mencoba jalan yang baru, yaitu turut berperan dalam reksa dana syariah, selain dengan menabung di bank seperti biasanya.

sebagian bahan tulisan diambil dari :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *