Berpisah dengan Drupal, Jatuh Cinta dengan Joomla

Setelah dalam pembahasan awal tadi mengenai pertemuan saya dengan Drupal sampai akhirnya berpisah, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas materi selanjutnya mengenai Joomla. Tolong anak-anak buka bukunya halaman 168 ya, kerjakan soalnya 1-150 dikumpul minggu depan..eh, malah melantur jadi guru wakwkakwakw.

Sebuah buku, ya hanya karena sebuah buku. Judulnya Mastering CMS dengan Mambo/Joomla -Adhi Rachdian & Andy Sikumbang. Kenapa judulnya Mambo/Joomla? Jadi sejarahnya waktu itu Joomla baru dalam tahap versi 1.0, dimana Joomla merupakan pecahan dari Mambo. Ibaratnya Mambo mau jadi perusahaan, menjual CMS mambo seperti sebuah layanan, namun sebagian developer dan kontributornya ingin Mambo terus jadi CMS gratis, maka akhirnya pecahlah Mambo menjadi Mambo dan Joomla.

Pada dasarnya Mambo versi terakhir saat itu = Joomla versi 1.o. Segala core, plug-in, template, module dan Component-nya masih dalam versi yang kompatible.  Saat itulah saya belajar. Ya, Karena kebetulan ada buku, dan ada pula bonus CD nya, wah puas rasanya mengobok-obok Joomla waktu itu. Terima kasih pada guru saya, Bapak Eko Haryanto, S.Kom yang sudi meminjamkan buku itu wkawkakwa.

Pada dasarnya setiap CMS punya alur kerja yang sama, instal core, tambahkan template/theme yang diinginkan, lalu berkreasilah dengan module/plug-in tambahannya. Sama semua, hanya tata caranya saja yang berbeda-beda. Makanya berkat pengalaman menggunakan Drupal saya tidak begitu bingung menggunakan Joomla. Ibarat sudah bisa menyetir Apansa, kalau diberi mobil inopa ya gampang-gampang aja tinggal sedikit penyesuaian.

Dalam perjalanannya saya menggunakan Joomla mulai 2008 sampai 2015 akhir. Lumayan banyak situs yang saya depelov dengan Joomla, kadang-kadang ada yang hidup mati, kadang-kadang client gak bayar tahunan jadi situsnya isdet, tapi itu bukan salah saya wakwkakw. Satu-satunya hal yang dapat saya banggakan dengan Joomla adalah keterlibatan saya dalam tim pengelola website resmi Kabupaten Barito Kuala sejak tahun 2010 hingga sekarang.

Tugas pertama saya adalah merombak engine-nya yang waktu tahun 2008 pakai Joomla 1.0 ke versi 1.5. Ya, ke versi 1.5. Rata-rata saya mendevelop ulang website tersebut setahun sekali, kalau saya pusing mengganti Template-nya, pilihan “malas” terakhir saya adalah “INSTAL ULANG” wakwkakwakw. Itulah mengapa situs ini sudah dalam versi 6 (v6). Saya bergabung dengan tim ini ketika masih berada dibawah Bappeda, hingga kemudian berpindah ke Dishibkominfo pada 2012 lalu.

Versi 6 adalah versi terakhir yang sedang tayang saat ini. Perubahan dilakukan saat perpindahan tupoksi pengelolaan dari bappeda ke Dishubkominfo. Kebetulan akhir 2012 itu terjadi perubahan pimpinan daerah alias Pilkada Batola 2012. Hasil pilkada 2012 itulah yang tayang disana sampai detik ini tak pernah saya ganti-ganti. Pada jaman dahulu kala sebelum versi 6 ini hadir, saya bersusah payah men-copy paste berita di situs berita lokal yang berkaitan dengan kab. barito kuala ke sini. Untunglah semenjak perubahan itu, bagian humas dan protokol Setda Batola menerima tugas berat mengelola kontennya, alhamdulillah kini beritanya sudah update saban hari, resmi lagi.

Ketika 2014 saya “berpindah tugas” ke bagian keuangan, saya kehilangan waktu banyak untuk memelihara website resmi pemerintah Kabupaten Barito Kuala ini, hanya 2-3 kali saya memutar-mutar letak module nya, tanpa bisa mengganti template apalagi engine-nya ke yang terbaru. Ya, mungkin versi 6 ini akan bertahan setidaknya sampai tahun 2017, ketika pilkada batola 2017 dilaksanakan yang mau tidak mau saya bertanggungjawab mengganti tampilannya wkawkkawkakw.

Puncak tertinggi kepuasan saya menggauli joomla adalah saat saya berhasil menyusun sebuah buku tentang Joomla. Waktu kuliah saya sempat bercerita dengan seorang teman, pencarian terbesar saya dengan sebuah CMS Joomla adalah bagaimana menjadikannya sebuah situs jejaring sosial seperti facebook. Dan setelah menyusun semenjak tahun 2010, buku itu lahir dan terbit ditahun 2011 silam dengan judul Proyek Membuat jejaring Sosial dengan joomla.

Begitulah masa-masa indah saya bersama dengan Joomla. Banyak pengalaman yang saya nikmati bersama seorang Joomla. Hasil Joomla yang masih dinikmati oleh anak istri saya sekarang adalah sebuah AC dikamar bermerk Uchida, hasil proyek website sebuah kecamatan disebuah kota di Provinsi Kalimantan Selatan wakwkakw, yang mana proyek ini diberikan oleh rekan kaskus saya di Regional Kalimantan Selatan.

wordpressnya nanti ya..habis ini heheheh

One thought on “Berpisah dengan Drupal, Jatuh Cinta dengan Joomla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *