Haul Ke-11 Guru Sekumpul

Haul Guru Sekumpul ke 11
Haul Guru Sekumpul ke 11

Haul Ke 11 Guru Sekumpul. Martapura, malam senin tanggal 10 ke 11 April 2016 adalah malam puncak dilaksanakannya Haul Guru Sekumpul ke 11. Ya, sudah 11 Tahun beliau wafat (videonya disini ). Tidak perlulah kiranya saya bercerita panjang lebar tentang siapa diri beliau dengan segala kelebihannya, namun bagi yang belum tahu dengan beliau bisa membaca ringkasannya di wikipedia.
Haul Ke 11 Guru Sekumpul adalah haul ke 4 yang Lathifa Salsabila ikuti, pertama kali ikut saat masih dalam perut ibunya di tahun 2013, kemudian ketika berumur 6 bulan di tahun 2014, lalu 1,5 Tahun pada 2015 dan kini di tahun 2016 saat berumur 2,5 tahun.
Apa yang berbeda dari 4 kali kehadiran lathifa salsabila disana? Tentu banyak perubahannya. Dulu kami masih sempat beristirahat dan berselonjor di Mushalla dekat kubur Muhibbin 1. Kemudian bergeser ke rumah sebelum Mushalla, hingga akhirnya 2 Tahun ini kami berada di belakang kubur Muhibbin untuk ikut haul-an.
Suasananya yang semakin lama semakin padat adalah perubahan lainnya. Namun yang dapat dicatat adalah petugas-petugasnya yang semakin tahun semakin profesional mengarahkan arus manusia yang ingin mengikuti kegiatan ini. Lahan parkir yang semakin banyak memudahkan para tamu-tamu beliau untuk berhadir diperingatan wafatnya beliau.
Mungkin ada yang bertanya kenapa begitu ramai hanya untuk hadir di acara peringatan wafatnya seseorang? Ya, jelas saya tidak akan bisa menjelaskan, karena ini soal hati, soal panggilan rasa cinta dan rasa rindu pada sosok Alim Ulama yang pernah hadir di dunia ini. Secara pribadi saya tidak punya kapasitas untuk menjelaskan ke-wali-an beliau, silakan anda cari sendiri kalau merasa penasaran hehehhe. Hanya saja, mungkin kita tidak perlu berdebat dengan ratusan ribu jamaah yang datang ke acara ini, dan menanyai satu-per satu apa tujuannya datang.
“Jika kita tidak bisa menjadi wali, maka cintailah wali, karena kelak di akhirat kita akan berkumpul dengan yang kita cintai”. Itu sepenggal kata-kata mutiara yang saya suka di grup Para pecinta Abah Guru Sekumpul. Ya, mudah-mudahan nantinya saya dan keluarga saya khususnya dikumpulkan dengan beliau. Apakah mengharap dekat dengan beliau saja? tentulah tidak. Kita berharap dekat dengan ulama agar kita bisa didekatkan pula dengan Rasulullah SAW, dan dengan dekat pada Rasul, mudah-mudahan dekat pula dengan rahmat Allah SWT. Seperti analogi dekat dengan tukang minyak harum, maka kita bakal kecipratan bau harumnya pula.
Ketika beberapa waktu terakhir ini muncul akun instagram yang menghina beliau apa yang harus dilakukan? Jangankan beliau, Nabi Muhammad Rasulullah SAW saja ada yang membenci, pun ketika Guru Sekumpul masih hidup banyak juga yang tidak suka. Tapi apa pernah kita dengar Guru Sekumpul marah pada para pembencinya? pernah kita dengar beliau berkelahi? Ya tidak pernah. Saya pribadi tidak akan ikut campur balas mencaci maki di akun itu, toh mungkin seandainya Guru Sekumpul masih hidup dan diceritakan masalah ini, kira-kira beliau juga bakal berkata ” biar ha, inya kada tahu kalo” (Biarkan saja, mungkin dia tidak tahu (dengan saya), red).
Mudah-mudahan kita semua selalu diberikan ketengangan dijauhkan dari sombong dan dengki, diberikan kemudahan oleh Allah SWT, dapat berkumpul dengan Rasul dan para Wali-Wali Allah SWT di akhirat kelak, dan masuk surga bighairi hisab.

foto : bpost

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *