Kab. Barito Kuala dan Pemilu Kepala Daerah secara Langsung

Bupati Batola
Bupati Batola

Kabupaten Barito Kuala, akan melaksanakan pemilihan umum Kepala daerah Bupati dan wakil Bupati secara langsung kembali pada tahun 2017 nanti, termasuk dalam 101 (atau 102) daerah yang mendapat giliran kedua melaksanakan Pilkada Serentak setelah tahap pertama pada 2015 lalu dan tahap ketujuh atau terakhir pada 2027 nanti.Dalam perjalanan Pemerintahan di Kabupaten Barito Kuala Pilkada pada 2017 nanti merupakan Pemilihan kepala daerah yang untuk ketigakalinya masyarakat dapat memilih langsung pemimpinnya. Gelaran pertama dihelat pada 2007 silam, kemudian dilanjutkan terakhir kali pada 2012. Sebelumnya hingga tahun 2002 Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala dilaksanakan oleh Anggoda DPRD Kabupaten Barito Kuala.

eddy sukarma
eddy sukarma

Bupati terakhir yang dipilih oleh DPRD Kab. Barito Kuala adalah Drs.H. Eddy Sukarma yang berpasangan dengan Hatta Mazanie, SH untuk masa bakti 2002-2007. Karir beliau sebelumnya adalah birokrat, sempat menjabat sebagai Kepala Dinas sebelum akhirnya menjadi bupati. Selepas menjadi bupati, beliau kembali kepada karir semula yaitu seorang PNS hingga pensiun di Sekretariat Daerah Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan.

Pada pemilu kepala daerah secara langsung edisi pertama, Eddy Sukarma harus mengakui keunggulan Hasanuddin Murad, SH, anggota DPR asal Batola, Kalsel yang pulang kembali ke kampung halaman. Hasanuddin Murad terpilih bersama wakilnya Sukardi untuk masa bakti 2007-2012.

Diantara masa kepemimpinan Eddy Sukarma dan Hasanuddin Murad, berdirilah Jembatan Rumpiang. Mulai dikerjakan pada tahun Anggaran 2003 dengan sumber dana APBN, APBD Prov Kalsel dan APBD Kab. Batola, akhirnya jembatan ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2008, bertepatan dengan hari otonomi daerah yang pelaksanaannya secara nasional waktu itu dipusatkan di Tanah Bumbu. (dan kalau boleh bersombong diri, waktu itu saya turut jadi saksi mata peresmiannya di Batulicin wkawkakwkawk).

Isu Jembatan Rumpiang ini sempat hangat pada masa kampanye Pilkada 2007, siapa yang lebih berjasa hingga jembatan ini dapat berdiri, apakah Bupati Eddy Sukarma yang waktu itu jadi pemimpin di daerah, ataukah berkat bantuan dari Bapak Hasanuddin Murad yang saat itu jadi Anggota DPR di Jakarta? yang paling saya yakini adalah, jembatan itu berhasil berdiri berkat kerja para tukang-tukangnya, cuma untuk urusan dibelakang tukang mulai dari perencanaan sampai dikucurkannya dana dari APBD dan APBN tentulah ada kerjasama yang sangat baik antara keduanya.

Pada tahun 2012 pesta demokrasi lima tahunan itu kembali bergulir. Keberhasilan Bapak Hasanuddin Murad membangun Batola pada 5 tahun pertamanya membuat banyak partai memilih memberikan dukungan pada beliau. Hampir seluruh partai secara bulat memberikan dukungan suara pada beliau, maka pilihan satu-satunya bagi penantang hanyalah lewat jalur Independen. Sayangnya wilayah Kabupaten Barito Kuala yang luas dan terpecah-pecah ini cukup menyulitkan tim relawan independen untuk bergerak cepat mengumpulkan KTP. Satu-satunya pasangan yang “hampir” sukses melaju lewat jalur Independen ini adalah pasangan Bapak Paujan Husaini dan Hari Bagyo Hananto. Sayang sekali usaha mereka kandas akibat jumlah ktp yang tak kunjung lolos verifikasi KPU Batola.

Meskipun hampir saja H. Hasanuddin Murad tak memiliki lawan, akhirnya Partai Hanura bersama-sama dengan partai-partai non parlemen berhasil mengusung calon lawan buat sang petahana yakni pasangan Iswansyah-Agreta Apriliana, SH. Pada akhirnya, pasangan Calon Bupati H Hasanuddin Murad SH dan Calon Wakil Bupati H Ma’mun Kaderi SE ditetapkan sebagai pemenang setelah memperoleh 105.911 suara atau 81,79 persen dari seluruh suara sah sebanyak 129.495 pada pemilukada 2012 itu.

Dan kini, setelah Pasangan H. Hasanuddin Murad bersama dengan H. Ma’mun Kaderi menyelesaikan priode 5 tahun pemerintahan mereka, maka terbuka lebarlah pintu persaingan menuju kursi batola 1.

Lebarnya pintu persaingan ini ditandai dengan makin banyaknya spanduk-spanduk sosialisasi para calon, mulai dari birokrat hingga politikus di jalan-jalan umum hingga pedalaman wilayah barito kuala. Kemudian juga ditandai dengan terbukanya partai-partai politik di Kab. Barito Kuala menerima pendaftaran para bakal calon untuk mendapat perahu dukungan. Mulai dari PDIP, PKB, Golkar, Gerindra dan yang terlihat baru-baru tadi adalah PKS Kab. Barito Kuala.

Selesainya masa 2 priode H. Hasanuddin Murad membuat peta persaingan benar-benar terbuka. Sekarang pertanyaan sekaligus harapan kita bersama, siapakah yang mampu membangun Kabupaten Barito Kuala sebagus yang selama ini, atau bahkan kalau bisa lebih baik lagi, demi mewujudkan Batola yang Maju (tak tertinggal lagi), mandiri (tak tergantung dengan yang lain) dan Sejahtera (bagi seluruh masyarkatnya)?

One thought on “Kab. Barito Kuala dan Pemilu Kepala Daerah secara Langsung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *