Kisah Imam S Arifin, penyanyi dangdut idola saya

imam.s arifin
imam.s arifin

Kau menari nari diatas luka ku ini….disaat aku membutuhkan cintamu. Itu adalah penggalan lirik lagu yang beberapa bulan ini menghiasi honda brio keluarga saya. Irama lagu Imam S Arifin ini semantiasa menemani aktifitas saya  bolak balik Banjarmasin-marabahan setiap hari untuk bekerja.
9Iseng iseng hari ini saya memutar video imam s arifin di youtube. Tak sengaja saya menemukan sebuah video terbaru penampilan imam s arifin secara live di televisi. Video itu menampilkan imam s arifin menyanyikan sebuah lagu legendarisnya yaitu “Jandaku”. Lagu ini salah satu favorite saya ketika saya menyaksikan rekan-rekan kerja istri saya berkaroke non stop sepanjang malam di pantai pada bulan januari 2015 lalu.
Eh kok melantur hahahah, lanjut ceritanya ternyata itu rekaman acara d’terong di indosiar tahun 2014. Selanjutnya ketika lagu berakhir host-host nya memberi kejutan dengan menelpon nana mardiana (yang saya kira masih istrinya,ternyata sudah cerai). Saat nana ditanya-tanya oleh host dtrong ternyata imam s arifin sering menyembunyikan wajahnya. Pada akhirnya terlihat bahwa ternyata beliau merasa sedih dan meneteskan air mata merindukan nana mardiana. Sempat sedikit duet dengan lagu mereka yang hits dijamannya yaitu “jangan tinggalkan aku”. Ya terus terang saja saya juga sempat meneteskan air mata menyaksikan imam s arifin bersedih menahan rindu dengan mantan istrinya tersebut.
Berikut profile imam s arifin yang saya cuplik dari berbagai sumber di internet :

Imam Sunaryo Arifin atau dikenal sebagai Imam S Arifin adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu dangdut asal Madura, Jawa Timur. Lagu ciptaannya seperti Menari Di Atas Luka dan Jandaku telah menyukseskan namanya hingga mengantarkan dirinya hijrah ke Jakarta. Imam yang lahir pada 1960 itu, menikah dengan sesama penyanyi dangdut Nana Mardiana yang kemudian menjadi pasangannya dalam beryanyi.
Namun kemudian keduanya resmi bercerai pada 27 Agustus 2007 di Pengadilan Agama Jakarta Utara. Dalam perjalanan hidupnya, Imam pada 5 April 2008 tertangkap pihak Satuan Reserse Narkoba bertempat di Pelataran Parkir Hotel Pardede, Jln.Ir.H.Juanda Medan, Sumatera Utara atas penggunaan narkoba. Dalam penangkapan itu disita sabu-sabu 1,6 gram, bong, pil viagra 0,5 gram dan lain-lain. Imam sebelumnya juga pernah berhubungan dengan Polisi dalam kasus yang sama, tepatnya saat polisi manangkap Derri Sudarisman, personel grup lawak Empat Sekawan di Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat. Imam yang saat itu tertangkap dan menghadapi pemeriksaan akhirnya dilepas karena polisi tidak cukup bukti untuk menjadikan dia sebagai tersangka, selain memang hasil tes laboratorium yang negatif.
Keluarga pedangdut kondang Imam S Arifin tampaknya terus-menerus dirundung masalah. Setelah Imam, sang kepala keluarga, mendekam di balik bui lantaran menggunakan sabu, putri Imam kini juga harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Resti Destami Arifin alias Yeyek alias Lia (24) dan calon suaminya, Priyo Handoko alias Rio (20), ditangkap Bareskrim Mabes Polri karena kepemilikan sabu (sebelumnya diberitakan ganja) seberat 0,24 gram.

Kepada para wartawan, Kamis (24/5/2012), Resti menuturkan penyesalannya. Resti mengaku sudah setahun ini mengonsumsi narkoba bersama sang kekasih. Narkoba menjadi pelariannya di kala persoalan keluarga di rumah tak kunjung selesai.

Mudah-mudahan suatu saat nanti keluarga mereka bersatu kembali dan mendapat kebahagiaan dunia akhirat.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *